Tumbuh Dua Digit, Pendapatan Bersih VKTR Tembus Rp 717 Miliar
Poin Penting
|
Jakarta, investortrust.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencetak total pendapatan bersih Rp 717 miliar hingga kuartal III-2025, tumbuh 11% dibandingkan Rp 646 miliar pada periode sama tahun silam (year on year/yoy). Pendapatan VKTR tumbuh dua digit di tengah penjualan otomotif nasional yang belum membaik.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan turun 89% (yoy) dari Rp 10,6 miliar menjadi Rp 1,1 miliar. Penurunan terutama disebabkan kenaikan beban usaha yang bersifat strategis untuk mendukung ekspansi penjualan, termasuk program uji coba produk bersama calon pelanggan potensial.
“Perseroan optimistis inisiatif strategis ini bakal mampu mendorong pertumbuhan penjualan yang lebih solid pada periode-periode mendatang,” ujar Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Kamis (30/10/2025) malam.
Baca Juga
VKTR dan Laksana Kolaborasi Hadirkan 80 Bus Listrik Transjakarta
Menurut Gilarsi, VKTR berhasil mengantisipasi prospek penjualan kendaraan listrik yang lebih baik tahun ini dengan mengonsentrasikan penjualan pada semester II. Langkah itu ditempuh karena adanya lead time (total waktu dari awal hingga akhir) proses perakitan di dalam negeri.
“Terbukti kinerja perusahaan pada kuartal III-2025 membaik. Kami berhasil membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tutur dia.
Baca Juga
VKTR Genjot Ekspansi Pasar B2B Kendaraan Listrik Lewat Pabrik CKD di Magelang
Di sisi lain, kata Gilarsi, pendapatan dari segmen bisnis manufaktur suku cadang relatif stabil dan tetap tangguh (resilient) di tengah kondisi industri otomotif nasional yang belum menunjukkan perbaikan. Penjualan kendaraan nasional anjlok 25% selama tahun berjalan (year to date/ytd) per September 2025.
Gilarsi Setijono mengungkapkan, hingga September 2025, VKTR mencatatkan penjualan enam unit forklif di luar 10 unit yang sudah beroperasi sebelumnya di perusahaan pergudangan. Perseroan juga melakukan pengiriman 20 unit bus kepada operator Transjakarta dan 22 unit pengisi baterai (charger), serta meraih pendapatan jasa purna jual.
Selain itu, menurut Gilarsi, VKTR telah menyelesaikan proses perakitan completely knocked down (CKD) 20 unit bus listrik untuk Transjakarta melalui operator berdasarkan pemesanan 80 unit yang telah diterima pada kuartal II-2025.
Baca Juga
VKTR Gelar “Soft Launching” Fasilitas Perakitan Kendaraan Listrik Komersial CKD Pertama di Indonesia
“Jumlah ini merupakan penambahan dari 81 unit bus listrik yang telah beroperasi untuk Transjakarta dan perusahaan-perusahaan lain pada tahun sebelumnya,” papar dia.
Gilarsi menuturkan, hingga September 2025, VKTR juga telah menerima pemesanan kendaraan listrik dari institusi pemerintah serta sejumlah perusahaan swasta. Untuk institusi pemerintah, VKTR telah menerima pesanan 10 unit truk sampah listrik dari Pemprov Jakarta.
Dia menambahkan, truk sampah listrik tersebut sedang memasuki proses perakitan untuk pengiriman Desember 2025. Pemesanan ini akan menambah daftar truk sampah listrik VKTR yang sudah beroperasi sebelumnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebanyak 14 unit.
Adapun untuk perusahaan swasta, kata Gilarsi, VKTR menerima pesanan pembelian (purchase order/PO) dari perusahaan logistik yang memesan truk listrik untuk dioperasikan di beberapa kota di Indonesia. “Kami pun mendapatkan purchase order dari perusahaan swasta lainnya yang melakukan pemesanan bus listrik untuk karyawan,” ucap dia.
Gilarsi Setijono menegaskan, VKKTR akan terus mengukuhkan fokusnya pada strategi pertumbuhan berkelanjutan tahun ini. Penetrasi pasar melalui penguatan aktivitas penjualan dan pemasaran, termasuk pelaksanaan uji coba unit kepada lebih banyak calon pelanggan strategis, akan tetap menjadi prioritas.
Baca Juga
VKTR Sukses Raih Tender 80 Bus Listrik Transjakarta, Ternyata gara-gara Ini
Dia mengemukakan, VKTR tetap fokus pada optimalisasi operasional untuk memastikan efisiensi produksi serta mendorong peningkatan jumlah kendaraan listrik komersial yang dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.
“VKTR terus berpegang teguh pada fokus mendorong adopsi kendaraan listrik, terutama di sektor kendaraan komersial yang memainkan peran penting dalam pengurangan emisi karbon,” tandas dia.
Gilarsi mengatakan, berbekal keahlian tenaga kerja lokal, kapabilitas teknologi, serta kemitraan dengan berbagai pelaku industri, VKTR akan terus menghadirkan rakitan-rakitan anak negeri yang siap mengantarkan Indonesia ke masa depan mobilitas hijau.

