Saham Bank Kakap Kembali Ambruk Imbas ‘Reshuffle’, OJK: Jangan Khawatir Fundamental Perbankan Kuat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten perbankan tak terkecuali empat bank kakap lagi-lagi kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa (9/9/2025). Saham bank kakap, yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat seharian ini masih terjebak di zona.
Namun menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, kondisi perbankan di Tanah Air saat ini masih solid. Ia pun menegaskan pelemahan saham perbankan yang terjadi belakangan ini bersifat siklikal dan tidak mencerminkan kondisi fundamental industri perbankan nasional.
“Kalau dalam konteks saham, apalagi saham perbankan, fundamentalnya sehat. Bank-bank pemerintah maupun swasta pada umumnya dalam kondisi sangat kuat,” kata Dian dalam Digital Banking Awards 2025 yang digelar Investortrust di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Dian menuturkan, pasar modal sangat dipengaruhi oleh persepsi investor yang bisa berubah cepat akibat faktor global maupun dinamika sosial politik domestik. Namun, investor diminta melihat prospek sektor perbankan dalam jangka menengah dan panjang.
“Fluktuasi itu biasa. Hari ini ada gangguan, besok tidak. Jadi investor jangan melihat jangka pendek. Kalau fundamentalnya tetap kuat, mestinya akan recover dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.
Baca Juga
Tanda Rebound Belum Tampak, Saham Big Cap Didominasi Bank masih Tekan IHSG
Dian menegaskan OJK sebagai lembaga independen terus memastikan pengawasan ketat terhadap perbankan, mulai dari penerapan regulasi kehati-hatian hingga manajemen risiko. Ia pun menambahkan, tidak ada sesuatu yang bermasalah di perbankan Tanah Air. Bank dalam kontrol penuh OJK di mana risk management dan prudency regulation dipenuhi.
“Tetapi yang paling penting adalah sebagai pengawas saya ingin meng-confirm kepada investor bahwa tidak ada sesuatu yang bermasalah di bank kita. Bank kita itu secara fundamental kuat sehingga investor itu tidak usah terlalu worry,” kata Dian.
Menurutnya, stabilitas politik dan sosial tetap menjadi syarat penting bagi keberlanjutan pemulihan pasar. Namun secara keseluruhan, OJK memastikan perbankan nasional berada dalam kondisi sehat dan siap menopang pertumbuhan ekonomi.
“Sebaiknya investor di perbankan, kalau menurut saya harus lebih medium long term melihatnya begitu. Gejolak-gejolak dikit itu jangan diperhatikan. Sejauh fundamentalnya tetap strong,” tegas Dian.
Baca Juga
Tanpa ‘Reshuffle’, Analis Sebut IHSG Memang Dalam ‘Downtrend’
Sebelumnya, empat saham bank kakap tersebut pada awal pekan ini, Senin (8/9/2025) ambruk signifikan seiring dengan pengumuman reshuffle kabinet Prabowo Subianto, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani yang digantikan oleh Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.
Pada penutupan perdagangan Selasa hari ini, BBRI tercatat turun 2,82% ke Rp 3.790, BMRI anjlok 4,01% ke level Rp 4.310, BBCA melemah 2,27% ke Rp 7.525, dan BBNI juga terkoreksi 2,39% ke Rp 4.080 per saham. Sehari sebelumnya, BBRI turun 2,5%, BMRI melemah 4,06%, BBCA anjlok 3,75%, BBRI turun 2,5%, dan BBNI melemah 4,35% per saham.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Keputusan itu dibacakan oleh Prabowo dalam acara reshuffle kabinet yang dilakukan pada hari ini, Senin (8/9/2025). "Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan," ucap pembawa acara di Istana.

