Fase Pertumbuhan yang Mendorong Prospektifnya Saham SMGR
JAKARTA, investortrust.id – PT Semen Indonesia Tbk (kode saham SMGR) berada dalam fase pertumbuhan yang konsisten. Perusahaan yang kini menyandang brand SIG ini diprediksi mampu untuk mencetak pertumbuhan volume penjualan dan kinerja keuangan yang positif tahun ini. Kenaikan tersebut didukung oleh tren peningkatan permintaan semen menjelang akhir tahun, kebutuhan untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), dan kondisi cuaca panas.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih mengatakan, tren kenaikan penjualan semen telah terlihat sejak Agustus. Peningkatan didukung pola musiman dan kondisi cuaca yang kering. Ini sangat positif untuk SMGR.
“Secara historis penjualan semen selama September tercatat satu dari beberapa bulan dengan volume tertinggi dalam lima tahun terakhir. Penjualan September biasanya berkontribusi sekitar 9,8% terhadap penjualan tahunan,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Melihat pola musiman dan cuaca yang kering, dia mengatakan, konsumsi semen nasional diharapkan meningkat menjadi 6,25 juta ton untuk bulan September 2023. Angka tersebut menunjukkan rata-rata peningkatan, dibandingkan bulan sebelumnya.
Mirae memperkirakan konsumsi semen domestik mencapai 62,3 juta ton tahun ini. Sedangkan realisasi hingga Agustus 2023 telah mencapai 62,9% dari target tersebut. Angka ini juga lebih tinggi dari rata-rata pencapaian dalam lima tahun terakhir pada kisaran 62,1%.
Tingginya penjualan semen mulai Agustus tahun ini, menurut dia, lebih ditopang oleh kenaikan permintaan dari sektor koporasi dan infrastruktur, dibandingkan pasar ritel.
Industri semen, terang dia, juga didukung harga energi batu bara yang lebih murah, dibandingkan tahun lalu. Apalagi tetap berlanjutnya aturan penjualan batu bara untuk pasar dalam negeri (DMO). Berdasarkan data, harga batu bara lebih rendah 11,9%, dibandingkan kuartal sebelumnya dan lebih murah 66%, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Sejumlah faktor tersebut akan menguntungkan Semen Indonesia sebagai produsen semen dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. Hingga Agustus 2023, Semen Indonesia telah mencatatkan penjualan sebanyak 20,25 juta ton semen di pasar domestik dan 5,3 juta ton di pasar luar negeri.
Dengan angka penjualan tersebut, pangsa pasar penjualan semen perseroan di pasar dalam negeri mencapai 51,6%. Sedangkan total volume penjualan semen perseroan hingga Agustus 2023 bertumbuh 6,5% menjadi 25,54 juta ton.
“Volume penjualan tersebut sudah setara dengan 64,4% dari target tahun ini. Angka tersebut hampir sama dengan rata-rata tiga tahun terakhir di level 64,3%,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 8.400. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 16,7 kali dan PE 2024 diprediksi mencapai 14,3 kali. Sedangkan EV/EBITDA perseroan tahun ini diprediksi mencapai 6,8 kali dan diharapkan turun menjadi 6,4 kali tahun depan.
Mirae Asset Sekurtias memperkirakan kenaikan penjualan perseroan menjadi Rp 39,09 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 36,37 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan naik dari Rp 2,36 triliun menjadi Rp 2,77 triliun.
Pandangan positif terhadap prospek emiten semen, khususnya SMGR, juga datang dari RHB Sekuritas. Alasan utamanya, keberhasilan Semen Indonesia mencatatkan volume penjualan yang outperform dari industri. Perseroan berhasil menjual sebanyak 20,2 juta ton semen di dalam negeri atau lebih baik dari rata-rata pertumbuhan industri. Begitu juga penjualan semen ekspor dan fasilitas di luar negeri mencapai 5,3 juta ton juga telah sesuai harapan.
“Perseroan juga menunjukkan peningkatan pangsa pasar penjualan semen menjadi 51,6% pada Agustus yang menunjukkan keberhasilan perseroan untuk mempertahankan dominasi pasar di dalam negeri,” tulis analis RHB Sekuritas Ryan Santoso dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
RHB Sekuritas memperkirakan tren peningkatan penjualan semen nasional berlanjut sampai akhir tahun, sehingga tren kenaikan tersebut akan membawa dampak positif terhadap volume penjualan semen Indonesia yang diprediksi meningkat. Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor semen.
RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 9.300. Target tersebut mengindikasikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 15,1 kali. Target tersebut juga merefleksikan perkiran ROAE tahun depan mencapai 6,8%.
Posisi Terbaik
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi dan Daniel Widjaja mengatakan, Semen Indonesia merupakan produsen semen yang berada dalam posisi terbaik untuk mencatatkan peningkatan volume penjualan didukung atas besarnya kapasitas volume semen curah perseroan.
Berdasarkan data keberhasilan perseroan mencatatkan peningkatan pangsa pasar mencapai 51,6% pada Agustus 2023 atau hampir dua kali lipat di atas pangsa pasar PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebanyak 27,2% dipicu atas lompatan penjualan semen curah di pasar domestik.
Kondisi ini diharapkan terus berlanjut, seiring dengan adanya potensi peningkatan permintaan semen curah dari pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek-proyek pemerintah lainnya.
“Kami yakin SMGR berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih lebih banyak pangsa pasar, dibandingkan INTP, mengingat statusnya sebagai BUMN dan porsi semen curah yang besar dalam portofolio penjualannya atau berkontribusi sebanyak 30,6% terhadap total penjualan Semen Indonesia,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Selain itu, dia mengatakan, berdasarkan pantauan, harga semen tidak banyak berubah dalam tiga bulan terakhir, yang menunjukkan bahwa perang harga di sektor semen telah mereda, khususnya di pulau Jawa.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 7.925. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun depan sekitar 16,9 kali. Target tersebut telah mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan tipis volume penjualan semen nasional tahun ini.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjadi idAA+ Positif dari sebelumnya idAA+ Stabil pada medio Agustus lalu. Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat, fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik, dan profil keuangan yang sehat.
Selain itu, Pefindo juga menetapkan peringkat IdAA+ untuk Obligasi Berkelanjutan II, serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2019 dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2022 yang diterbitkan oleh perseroan. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan kuat emiten berkode saham SMGR untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang.
SIG atau SMGR juga berhasil memborong berbagai penghargaan baik di dalam negeri maupun di kancah internasional, atas performanya di berbagai bidang.
Prospek Saham SMGR
Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 8.400.
RHB Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 9.300
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 7.925
Performa Keuangan
Sementara itu, pada semester I-2023, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang kini dikenal dengan SIG itu meraih laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 866 miliar. Adapun pendapatan tercatat sebesar Rp 17,03 triliun (naik 2% yoy), dengan beban pokok pendapatan Rp 12,61 triliun dan EBITDA Rp 3,5 triliun.
Menurut Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni, penjualan ekspor timbuh tipis namun penjualan di pasar domestik terkontraksi 5%. SIG berhasil menaikkan efisiensi dengan memangkas beban operasional sebesar 9,5% menjadi Rp 2,54 triliun dan beban keuangan bersih pun turun 15,3% menjadi Rp 590 miliar. Alhasil, laba pun naik 3,1% menjadi Rp 866 miliar.
"Kenaikan laba bersih ini didorong oleh kapabilitas pengelolaan kenaikan biaya, optimalisasi utilisasi, serta efisiensi operasional dan beban keuangan. Itu merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan,” kata Vita awal Agustus lalu.
Vita menambahkan, SIG mencapai peningkatan operational excellence pada semester I lewat sejumlah inisiatif yang dilakukan, antara lain efisiensi indeks konsumsi batu bara, penurunan Specific Thermal Energy Consumption (STEC), peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif, disiplin pengelolaan biaya operasi, dan efisiensi biaya keuangan.
SIG mampu mengimplementasikan ESG dengan baik. Beberapa indikatornya, emisi karbon turun 16,94% menjadi 588 kilogram CO2/ton semen ekuivalen dan substitusi energi panas (TSR) menjadi 7,5%.
Vita optimistis SMGR dapat mempertahankan kinerja positif pada semester II-2023. Alasannya, permintaan semen menunjukkan perbaikan pada Juni 2023 sehingga utilisasi pabrik membaik. Untuk mencapai performa itu, kata Vita, SMGR akan terus fokus meningkatkan efisiensi indeks produksi, biaya energi dan distribusi, serta area-area operasional lain dengan biaya yang lebih kompetitif.
Histori
SIG merupakan perusahaan solusi bahan bangunan multinasional dengan pengalaman lebih dari 100 tahun. SIG diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 7 Agustus 1957 dengan kapasitas terpasang 250.000 ton per tahun.Sebagai perusahaan milik negara, 51,20% saham SIG dimiliki Pemerintah RI dan 48,8% dimiliki oleh publik (termasuk di dalamnya institusi asing sebesar 30,92%).
SIG menguasai sekitar 50% pangsa pasar semen domestik. Perseroan kini memiliki variasi produk turunan semen yang memiliki fleksibilitas rentang spesifikasi lengkap, beserta solusi layanan pendukung, untuk memenuhi persyaratan kondisi bangunan sesuai kebutuhan pelanggan, dimanapun berada.
SIG telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar produsen semen. Portofolio produk dan layanan SIG sangat lengkap untuk berbagai aplikasi, sehingga konsumen dapat menyesuaikan dengan spesifikasi produk yang lebih akurat, sesuai kebutuhan konstruksinya.
SIG telah menjadi contoh penyedia solusi bahan bangunan yang mendukung Sustainable Living dengan menghasilkan produk-produk solusi inovatif yang mengacu pada keterbatasan sumber daya alam.
SIG terus berekspansi ke bisnis pendukung yang menopang bisnis utama. Antara lain jasa angkutan, penyedia alat berat dan pertambangan, jasa perdagangan internasional, penyedia properti,penyedia lahan industri,penyedia solusi informatika, serta penyedia layanan kesehatan.
Pada Juli 1991, SIG mencatatkan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) dengan kode SMGR. Pada 1995, perseroan mengakuisisi Semen Padang dan Semen Tonasa sehingga memiliki kapasitas terpasang 8,5 juta ton per tahun pada 1998.
Pada tahun 1998 itu pula, Cemex menjadi strategic partner dengan membeli 14% saham SMGR. Kapasitas terpasang SMGR naik menjadi 10 juta ton per tahun. Kemudian Cemex meningkatkan kepemilikan saham SMGR menjadi 26%.
Pada Juli 2006, Blue Valley Holdings PTE Ltd membeli 26% saham SMGR milik Cemex. Kapasitas terpasang SMGR terus meningkat jadi 16,8 juta ton per tahun. Aksi korporasi berikutnya, SMGR mengakuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) dari Geleximco pada 2012. TLCC memiliki kapasitas sebesar 2,3 juta ton per tahun.
Pada 7 Januari 2013, Semen Gresik bertransformasi menjadi strategic holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pada 31 Januari, SMGR mengambil alih 80,64% Holderfin B.V. di PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Kapasitas terpasang SMCB. 15 juta ton per tahun. Pada 11 Februari PT Holcim Indonesia Tbk berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Pada 11 Februari 2020, terjadi perubahan merek perusahaan Semen Indonesia menjadi SIG. Sejalan dengan visi perusahaan, SIG terus berupaya menjadi yang terdepan dalam menciptakan kehidupan berkelanjutan (sustainability), mendorong pemberdayaan (empowerment), serta mengadopsi teknologi digital (digitalization) untuk menyediakan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pada 19 Desember 2022, Pemerintah Indonesia resmi melakukan inbreng saham dengan mengalihkan kepemilikan saham di Semen Baturaja ke SIG. Hal ini merupakan kelanjutan Program Integrasi BUMN Sub Klaster Semen melalui proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), menjadikan status Semen Baturaja resmi menjadi bagian dari SIG.
Melalui tagline “Go Beyond Next”, SIG menyalurkan semangat bertumbuh, menjalankan inovasi dan menyampaikan manfaat yang memperhatikan aspek sustainable living , demi menciptakan kualitas kehidupan lebih baik saat ini dan semakin baik di masa mendatang. (Hari Gunarto)

