Laba Antam (ANTM) Bakal Terus Meningkat, Tertarik Sahamnya?
JAKARTA, investotrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih menunjukkan tren peningkatan didukung tingginya permintaan biji nikel nasional, seiring dengan bertambahnya jumlah smelter yang berproduksi. Sedangkan realisasi laba bersih perseroan hingga September 2023 telah sesuai estimasi.
Antam membukukan kenaikan laba bersih sebesar 9% dari Rp 2,62 triliun menjadi Rp 2,84 triliun pada sembilan bulan pertama 2023 (9M23). Padahal, pendapatan perseroan turun sebanyak 8% dari Rp 30,89 triliun pada 9M22 menjadi Rp 33,68 triliun pada periode 9M23 (year on year/yoy).
Peningkatan laba tersebut didukung kenaikan volume produksi bijij nikel sebanyak 72% dari 6,21 juta wmt menjadi 10,67 juta wmt. Begitu juga volume produksi perak naik 8% dari 190.557 oz menjadi 205,315 oz. Volume produksi bauksit naik 6% dari 1,34 juta wmt (wet metric ton) menjadi 1,41 juta wmt.
Sebaliknya volume produksi feronikel turun 13% dari 18.088 tni (ton nikel dalam ferronikel) menjadi 15.787 tni. Produksi emas juga turun dari 31.090 oz menjadi 29.193 oz. Terakhir penurunan tipis melanda produksi alumina dari 115.875 ton menjadi 114.524 ton.
Rata-rata harga jual memang terjadi penurunan. Misalnya, harga jual feronikel turun 22% menjadi US$ 15.476 per ton, bijih nikel turun 9% menjadi US$ 48 per wmt, dan bauksit turun 38% menjadi US$ 20 per wmt. Sebaliknya kenaikan terjadi pada harga penjualan emas sebesar 3% menjadi US$ 2.040 per oz dan perak naik 2% menjadi US$ 23 per oz.
Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Ridityo mengatakan, realisasi pertumbuhan laba bersih perseroan sebanyak 8,4% menjadi Rp 2,8 triliun sampai September 2023 sudah sesuai ekspektasi. Sedangkan raihan pendapatan yang menurun ke level Rp 30,1 triliun masih di bawah estimasi.
“Realisasi laba bersih perseroan tersebut sudah merefleksikan 75% dari target kami dan setara dengan 77% dari target konsensus analis. Sedangkan raihan pendapatan tersebut baru merefleksikan 69% dari target. Penurunan pendapatan dipengaruhi oleh koreksi harga jual feronikel,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Meski terjadi penurunan pendapatan, Ciptadana Sekuritas tetap memberikan pandangan positif terhadap performa Antam atas keberhasilan menekan beban pokok penjualan dan belanja operasional. Perseroan juga didukung adanya tambahan pendapatan lain-lain.
Terkait pergerakan harga saham ANTM, dia mengatakan, akan didukung rencana komersial smelter Halmahera pada kuartal IV-2023. Pembangunan smelter dengan kapasitas 13,5 ribu ton Tni ini telah mencapai 99,9%. Kehadiran smelter tersebut diharapkan berdampak positif terhadap produksi perseroan tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.100. Meskipun proyeksi rata-rata harga jual feronikel tahun ini dipangkas menjadi US$ 14,375 per ton, seiring dengan penurunan harga jual sampai September 2023.
Target harga tersebut juga mempertimbangken estimasi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,97 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,82 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan diprediksi turun dari Rp 45,93 triliun menjadi Rp 39,24 triliun.
Kenaikan Permintaan
Sedangkan tim riset RHB Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa masifnya peningkatan produksi smelter nasional untuk industri baja telah berimbas terhadap peningkatan permintaan bijih nikel perseroan. Hal ini menjadi pemicu laba bersih Antam tetap bertumbuh sesuai dengan estimasi.
Selain peningkatan segmen penjualan bijih nikel dari industri dalam negeri, Antam berhasil mendongkrak margin keuntungan setelah perseroan berhasil memigitasi beban pokok penjualan. Perseroan juga menunjukkan data neraca keuangan yang sehat dengan posisi kas bersih mencapai Rp 4,4 triliun sampai September 2023.
“Dengan tren pertumbuhan penjualan bijih nikel, saham ANTM masih menarik untuk diisimak. Saham ANTM kian menarik didukung rencana kolaborasi selanjutnya untuk pengembangan industri baterai mobil listrik,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.660. Target harga tersebut juga mempertimbangkan estimasi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 4,06 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,82 triliun.
Pada perdagangan Senin (6/11/2023), saham ANTM ditutup di level Rp 1.700, atau terkoreksi 14,4% selama tahun berjalan (ytd). Market cap tercatat Rp 40,73 triliun.
Prospek Saham ANTM
Ciptadana Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 2.100
RHB Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 2.660
Perkokoh Pasar Domestik
PT Aneka Tambang Tbk selaku anggota PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID) - BUMN Holding Industri Pertambangan, didirikan pada 1968 dari merger sejumlah perusahaan pertambangan domestik. Tahun 1997, Aneka Tambang melepas 35% saham ke publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya pada 1999, Antam mencatatkan saham di bursa Australia.
Antam kini berupaya memperkokoh basis pelanggan di dalam negeri pada produk-produk emas, bijih nikel, dan bauksit. Pada periode sembilan bulan pertama 2023 (9M23), produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam proporsi 62% terhadap total penjualan sebesar Rp 19,29 triliun. Penjualan logam emas pada 9M23 mencapai 19.460 kg.
Sementara itu, kontribusi penjualan segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) pada 9M23 mencapai 33%. Adapun kontribusi penjualan bauksit dan alumina mencapai 4% dengan nilai penjualan sebesar Rp 1,25 triliun.
Sejalan dengan upaya perseroan meningkatkan nilai tambah produk emas logam mulia, sepanjang periode 9M23, Antam meluncurkan produk logam emas tematik Seri Imlek Tahun 2023 Masehi/2574 Kongzili dan Seri Idulfitri 2023/1444 Hijriah. Produk emas tematik Seri Imlek dan Idulfitri menampilkan design emas tiga dimensi (3D) yang pertama di Indonesia. Antam juga meluncurkan seri produk perak dan emas tematik terbaru Indonesian Heritage.
Selain itu, untuk mempermudah akses pelanggan terhadap produk logam mulia, Antam menerapkan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi www.logammulia.com serta melalui platform marketplace Tokopedia, Shopee, selain layanan pembelian offline pada jaringan Butik Logam Mulia di 12 kota besar di Indonesia.
Sesuai dengan komitmen untuk berfokus pada penyelesaian proyek strategis 2023, Antam telah memulai tahap awal pengoperasian pabrik feronikel Halmahera Timur berkapasitas 13.500 TNi per tahun, yang ditandai dengan burner-on atau proses pemanasan tungku pembakaran (furnace) pada tanggal 7 Juli 2023.Tapping metal perdana dilaksanakan pada tanggal 12 September 2023.
Baca Juga
Sebagai dukungan Antam dalam mencapai net zero emission (NZE) pada 2060, Antam menerapkan energi hijau di wilayah operasi perusahaan. Sejalan dengan itu, Antam aktif dalam pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) battery terintegrasi di Indonesia bersama dengan mitra strategis. Keterlibatan Antam dalam proyek ini merupakan salah satu bentuk pengembangan bisnis perusahaan melalui hilirisasi mineral nikel.
Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, Antam terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.
Atas berbagai performa yang diraih, S&P Global Ratings menaikkan credit rating Antam dari B+/outlook positif menjadi BB+/outlook stabil.
Dalam kiprahnya sebagai perusahaan tambang berskala internasional, PT Aneka Tambang Tbk meraih berbagai penghargaan bergengsi. Di antaranya, tiga penghargaan Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM saat memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-78 pada Senin, 2 Oktober 2023 lalu.
Sebelumnya, Antam juga menyabet 14 penghargaan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik Tahun 2023 (Good Mining Practice Award 2023) yang diselenggarakan Kementerian Energi ESDM.
“Pemberian Good Mining Practice Award 2023 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah terhadap Badan Usaha Pertambangan serta Perusahaan Jasa Pertambangan yang telah melakukan upaya untuk menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya saat menyampaikan penghargaan. (Hari Gunarto)
Baca Juga
Laba Antam (ANTM) Bertumbuh Sesuai Harapan, Bagaimana dengan Target Sahamnya?

