Rahasia Emiten Pemenang Best Stock Award 2024
JAKARTA, investortrust.id -- Ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan berat bagi perjalanan pasar finansial global di sepanjang tahun 2023. Kebijakan suku bunga tinggi seiring melambungnya inflasi akibat lonjalan harga pangan dan energi, menjadi sentimen utama pemicu kekhawatiran pelaku pasar. Belum lagi masalah geopolitik berkepanjangan membuat dunia kian tegang, memperparah ketidakpastian arah pasar global di tahun 2023.
Di tengah kondisi global yang kurang kondusif, pasar modal Indonesia mampu tumbuh positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 6,62% di tahun 2023 (year on year/yoy). Belum genap sebulan, net buying di BEI sudah menembus Rp 6,9 triliun (year to date/ytd). Data empiris 4 pilpres menunjukkan, pada Pilpres 2004, IHSG naik hampir 45%, 2009 melonjak 87%, 2014 tumbuh 22,3%, dan pada 2019 naik tipis 1,7%.
Kinerja cemerlang pasar saham domestik di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global belakangan ini terutama didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian nasional dan kemampuan emiten yang mampu mencetak pertumbuhan kinerja.
Ke depan, prospek pasar modal Indonesia bakal lebih atraktif karena berbagai pembenahan dan pembaruan yang dilakukan sejumlah stakeholders, termasuk Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Menurut Ketua Umum Armand Wahyudi Hartono, pihaknya memiliki sejumlah program untuk membantu emiten-emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi lebih berkualitas.
Atas dasar itu, Armand berharap bahwa ke depan Indonesia banyak menghasilkan entrepreneur dan perusahaan-perusahaan yang memiliki manajemen kelas dunia. Dengan demikian, jika perusahaan itu IPO, sahamnya benar-benar likuid sehingga kualitas ekosistemnya juga bagus. “Kalau kualitas ekosistemnya meningkat, hal itu pasti menarik lebih banyak investor masuk ke Indonesia,” ujar Armand saat memberikan sambutan pada Best Stock Awards 2024, Kamis (25/01/2024).
Salah satu pogram untuk menghasilkan emiten berkualitas adalah edukasi, untuk memastikan para emiten paham aturan-aturannya, paham apa yang dibutuhkan sebagai perusahaan-perusahaan publik dan juga klien. Untuk itu, kata Armand, AEI menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Beberapa waktu lalu mereka menggelar ASEAN Corporate Governance Standard untuk membantu emiten-emiten menjadi lebih baik lagi.
Armand mengapresiasi bahwa sepanjang 2023, ada 79 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) saham. Namun, ke depan, kualitas emiten harus jadi prioritas. Armand berharap perusahaan-perusahaan yang IPO sustainable, sehingga sahamnya benar-benar bisa diperdagangkan dan bisa mendatangkan manfaat bagi perusahaan tersebut, para shareholder, investor, dan stakeholder.
Apresiasi kepada Emiten
Sementara itu, fundamental ekonomi makro dan emiten yang solid mendorong pelaku pasar, baik asing maupun lokal untuk tetap melakukan akumulasi karena tumbuhnya confidence. Itulah sebabnya, emiten-emiten dengan kinerja saham yang positif patut diapresiasi, lewat penghargaan tertinggi.
Dilatari niat mendukung kinerja pasar modal Indonesia, Investortrust.id, sebuah portal data dan berita ekonomi-keuangan independen menjalin kolaborasi dengan Infovesta, perusahaan data dan riset independen, dengan menggelar Best Stock Awards 2024. Acara apreasiasi emiten ini mengusung tema ‘’77 Indonesia Listed Companies,’’ yang berlangsung di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Kamis, 25 Januari 2024.
Pemimpin Redaksi investortrust Primus Dorimulu mengatakan, Best Stock Awards 2024 merupakan wujud apresiasi dan penghargaan Investortrust dan Infovesta selaku stakeholders emiten atas kemampuan dalam meraih pertumbuhan kinerja fundamental dan teknikal perusahaan di tengah kerasnya tantangan ekonomi.
‘’Kami harap Best Stock Award 2024 juga bisa menjadi referensi dan informasi tambahan kepada pelaku pasar dan investor dalam mengidentifikasi saham mana saja yang paling berkualitas,’’ ujar Primus Dorimulu.
Rahasia Pemenang
Para emiten yang meraih penghargaan bukan hanya terbukti solid dari sisi aspek fundamental dan kinerja, tapi juga ada berbagai strategi perusahaan dan rahasia-rahasia yang menghantarkan mereka ke puncak juara.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) misalnya, semakin solid saat menjalani transformasi menjadi perusahaan digital. POH VP Investor Relations PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Raden Achmad Faisal menyatakan, meski masih diliputi ketidakpastian, makroekonomi Indonesia diyakini bakal membaik, inflasi terjaga, dan kondisi stabil setelah pemilu selesai. “Itu yang menjadi landasan bahwa performance Telkom akan lebih baik dan resilient dibanding tahun 2023," tuturnya.
Telkom berhasil membawa pulang dua penghargaan Best Stock Awards 2024, untuk kategori Infrastructrue Big Cap dan BUMN Big Cap.
Memasuki 2024, Telkom bersiap untuk memaksimalkan transformasi perseroan menuju perusahaan digital. Untuk itu, Telkom menjalankan Five Bold Moves, yakni Fixed Mobile Convergence (FMC), InfraCo, Data Center Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo. Saat ini, TLKM masih terus fokus menjalankan inisiatif tersebut, dengan penekanan pada FMC, InfraCo, dan Data Center Co. "Selama ini, kami sangat kuat di konektivitas, tapi tertinggal di platform maupun bisnis digital," paparnya.
Hingga kuartal III-2023, Telkom menorehkan laba bersih sebesar Rp 19,5 triliun, tumbuh 17,59% (YoY). Pendapatan mencapai Rp 111,23 triliun, dengan kontributor terbesar dari unit bisnis data, internet, dan jasa teknologi informatika sekitar Rp 65,87 triliun.
Transformasi juga dilakukan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dengan membentuk tiga pilar bisnis demi mendukung penuh komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Menurut Direktur Adaro Energy, Julius Aslan, ketiga pilar tersebut adalah bisnis batu bara lewat Adaro Energy yang sudah existing, pilar Adaro Minerals untuk bisnis tambang mineral berkelanjutan, dan Adaro Green untuk energi baru dan terbarukan (EBT).
Adaro Mineral tengah membangun smelter aluminium fase I berkapasitas 500 ribu ton per tahun yang akan dilanjutkan ke fase II dan III. Adaro Green mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu atau angin (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.375 MW.
“Tentu investasi EBT sangat besar sehingga bisa menggerus keuntungan Adaro dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, bisnis EBT sangat prospektif,” kata Julius.
Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang memboyong dua penghargaan, yakni kategori sektor big gap dan kategori BUMN big cap, juga menorehkan performa luar biasa berkat transformasi yang dilakukan secara konsisten. Senior Manager Investor Relations BRI, Fariska Anggi menyatakan, prestasi BRI tidak lepas dari berbagai transformasi yang dilakukan, baik dari segi budaya, perusahaan, hingga target bisnis. “Ke depan akan banyak sekali pengembangan-pengembangan yang kami tempuh,” tutur Fariska.
Ekspansif
Di lain sisi, banyak emiten yang menjanjikan performa cemerlang karena cukup ekspansif. Direktur PT Sarana Menara Bersama Tbk (TOWR), Indra Gunawan menyatakan, perseroan akan terus melakukan ekspansi bisnis di 2024, bukan hanya menara telekomunikasi, tapi juga infrastruktur telekomunikasi, seperti fiber optic. “Semua orang membutuhkan internet, sehingga kami sangat yakin bahwa kinerja perusahaan akan terus ditopang dengan teknologi,” tandas Indra.
Indra berharap penghargaan dari investortrust.id menjadi penyemangat untuk terus bisa menjaga kinerja perusahaan yang lebih baik serta memberikan benefit maksimal kepada para stakeholder dan shareholder.
TOWR membukukan pendapatan Rp 8,72 triliun per kuartal III-2023, meningkat 7,55% yoy, dengan laba bersih Rp 2,42 triliun.
Emiten farmasi dan barang konsumsi, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membocorkan strategi kesuksesan perseroan dalam memopa kinerjanya di tengah pandemi Covid-19. Strategi tersebut menjadi kunci keberhasilan TSPC sampai saat ini.
Presiden Direktur TSPC, I Made Dharma Wijaya mengatakan, perseroan menggenjot investasi secara konsisten, serta membangun brand equity terutama di bidang consumer health, produk consumer, dan kosmetik lewat iklan dan promosi.
TSPC menjadi pengiklan terbesar nomor ke-8 di Indonesia dan menjadi perusahaan dengan investasi terbesar di bidangnya.
Strategi berikutnya adalah berinvestasi di bidang kapabilitas kemampuan dalam melakukan operasi bisnis. Pada tahun 2021, TSPC meresmikan dua pabrik.
Sedangkan Direktur Utama PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC), Ahmad bin Abu Bakar menegaskan, pihaknya membidik pertumbuhan pendapatan hingga double digit tahun ini seiring ekspansi bisnis bakal gencar.
Strategi yang ditempuh adalah memperkuat cabang-cabang di seluruh Indonesia, memperluas gudang yang dimiliki, serta memperkuat prinsipal existing, dan mencari prinsipal baru. Dengan langkah-langkah tersebut, Millenium Pharmacon International menargetkan laba bersih meningkat dua kali lipat.
PT Semen Indonesia Tbk (SIG) optimistis akan mempertahankan pertumbuhan kinerja yang positif di 2024. Menurut GM of Corporate Communications SIG, Arif Gunawan Sulistiyono, perseroan akan konsisten menjalankan
operational excellence atau operasi seprima mungkin, dari semua aspek operasi, mulai dari produksi, hingga supply chain.
Arif yakin, industri semen bakal tumbuh positif karena pembangunan infrastruktur dan konstruksi terus berjalan, termasuk dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Sementara itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk selaku anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan bersinergi yang berfokus pada empat area. Menurut Corporate Communications Manager Novi Maryanti, empat fokus itu adalah operational excellence, mengoptimalkan aset, menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, serta membangun sumber daya manusia.
77 Pemenang
Sebagai catatan, penilaian Best Stock Award 2024 dilakukan terhadap 903 saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia hingga akhir Desember 2023. Pertumbuhan harga saham periode Januari hingga desember 2023 menjadi basis perhitungan, selain tingkat likuditas saham emiten.
Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito membeberkan, pihaknya membuat seleksi awal terhadap calon pemenang yang mencakup 5 kriteria. Pertama, emiten tercatat di IDX minimal 5 tahun. Kedua, rata-rata nilai transaksi harian dalam setahun terakhir minimal Rp 1 miliar. Ketiga, emiten tidak pernah atau tidak sedang mengalami masalah gagal bayar atau hukum dalam 3 tahun terakhir. Keempat, guna mendukung program ESG, emiten yang tidak memiliki Laporan Keberlanjutan periode tahun buku 2022 akan mendapat pengurangan nilai alias penalti. Kelima, tidak masuk dalam notasi IDX.
Setelah lolos seleksi awal, emiten dinilai dengan sejumlah indikator meliputi kinerja keuangan lima tahun yang diberi bobot 40% dan menggunakan lima indikator penilaian, yakni: tren pertumbuhan top line (pendapatan) dan bottom line (laba bersih), pertumbuhan gross profit margin, pertumbuhan laba operasi, pertumbuhan arus kas dari operasi, serta pertumbuhan ROE dan ROA.
Berikutnya aspek valuasi diberi bobot 20% dan menggunakan 2 indikator penilaian, yakni Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Sedangkan aspek volatilitas diberi bobot 20% dan menggunakan indikator BETA. BETA merupakan indikator untuk mengukur sensitivitas suatu saham terhadap pergerakan IHSG sebagai benchmark-nya. Semakin rendah sensititivitasnya atau BETA-nya rendah, maka saham tersebut lebih stabil.
Aspek penilaian keempat adalah likuiditas dengan bobot 20% dan menggunakan dua indikator, yakni rata-rata nilai transaksi harian dan rata-rata nilai frekuensi harian dalam setahun terakhir.
Berdasarkan penilaian tersebut, 77 emiten berhak meraih Best Stock Awards 2024. Pemenang terbagi dalam 14 kategori pemeringkatan, yang terdiri dari pemenang untuk saham Small Cap (<Rp 1 triliun), Mid Cap (>= Rp 1 triliun dan < Rp 50 triliun) dan Big Cap (>= Rp 50 triliun). Dari setiap kapitalisasi pasar tersebut, dipilih pemenang 3 terbaik dari 11 sektor di IDX dan kategori khusus BUMN. Untuk kategori BUMN, dipilih dari kategori khusus Dividen Yield Tertinggi dan kategori khusus Dividen Yield Terkonsisten.
Diantara 77 emiten peraih Best Stock Awards 2024, terdapat nama-nama emiten yang sudah tidak asing bagi pelaku pasar diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Indosat Tbk (ISAT) untuk jajaran saham pemenang kategori big cap.
Kemudian pada jajaran mid cap terdapat PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Sedangkan untuk small cap salah satu pemenangnya adalah PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) yang tampil sebagai peraih Best Stock Award 2024. (Tim investortrust.id)

