77 Emiten Raih Predikat Best Stock Awards 2024, Ini Daftar Lengkap Para Jawara
JAKARTA, investortrust.id - Ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan berat bagi perjalanan pasar finansial global di sepanjang tahun 2023. Kebijakan suku bunga tinggi seiring melambungnya inflasi, akibat lonjalan harga pangan dan energi menjadi sentimen utama pemicu kekhawatiran pelaku pasar.
Belum lagi masalah geopolitik berkepanjangan membuat dunia kian tegang, merupakan pelengkap ketidakpastian arah pasar global di tahun 2023.
Di tengah kondisi global yang kurang kondusif, pasar modal Indonesia mampu tumbuh positif. Tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat penguatan sebesar 6,62% di tahun 2023, dibanding posisi penutupan akhir 2022.
Kinerja apik pasar saham domestik di tengah tekanan ekonomi global terutama didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian nasional yang tetap tumbuh solid. Selain itu, tentu saja berkat kemampuan emiten yang mampu mencetak pertumbuhan kinerja.
Fundamental ekonomi makro dan emiten yang solid tersebut mendorong pelaku pasar baik asing maupun lokal untuk tetap melakukan akumulasi, membuat harga saham menguat dan berujung pada performa baik IHSG di 2023. Karena itu, emiten-emiten dengan kinerja saham yang positif patut diapresiasi, dengan memberikan penghargaan tertinggi.
Baca Juga
Hadapi Bonus Demografi, Ketua Asosiasi Emiten Wanti-Wanti Masalah Kualitas SDM
Dilatari niat mendukung kinerja pasar modal Indonesia, Investortrust, sebuah portal data dan berita ekonomi independen yang fokus pada masalah bisnis, keuangan, investasi langsung, dan investasi portofolio, khususnya pasar modal menjalin kolaborasi dengan Infovesta, perusahaan data dan riset independen.
Kolaborasi investortrust dan Infovesta dilakukan dengan menggelar Best Stock Awards 2024. Acara apreasiasi emiten ini mengusung tema ‘’77 Indonesia Listed Companies,’’ yang berlangsung di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Kamis, 25 Januari 2024.
Pemimpin Redaksi investortrust Primus Dorimulu mengatakan, Best Stock Awards 2024 merupakan wujud apresiasi dan penghargaan Investortrust dan Infovesta selaku stakeholders emiten atas kemampuan dalam meraih pertumbuhan kinerja fundamental dan teknikal perusahaan di tengah kerasnya tantangan ekonomi.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Sabet Best Stock Awards, Siap Pacu Ekspansi di 2024
‘’Kami harap Best Stock Award 2024 juga bisa menjadi referensi dan informasi tambahan kepada pelaku pasar dan investor dalam mengidentifikasi saham mana saja yang paling berkualitas,’’ ulas Primus Dorimulu. Lebih lanjut dikatakan, saham-saham terbaik yang terpilih sebagai pemenang telah dilakukan seleksi sangat ketat, sehingga berpotensi terus menguat, bahkan saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Seleksi Awal dan Indikator Perhitungan
Sebagai catatan, penilaian Best Stock Award 2024 dilakukan terhadap 903 saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia hingga akhir Desember 2023. Pertumbuhan harga saham periode Januari hingga desember 2023 menjadi basis perhitungan, selain itu tingkat likuditas saham emiten juga menjadi poin penting dalam menentukan pemenang Best Stock Awards 2024.
Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito membeberkan, sebelum melakukan perhitungan saham yang layak menjadi juara, pihaknya mengawali penilaian dengan menerapkan seleksi awal yang mencakup 5 kriteria.
‘’Seleksi awal ini penting, agar saham yang menjadi jawara merupakan saham berkualitas terbaik yang bisa menjadi acuan investor,’’ kata Parto.
Baca Juga
Tempo Scan (TSPC) Raih Best Stock Awards 2024, Kinerja Solid Berkat Strategi Ini
Adapun kriteria seleksi awal dalam pemeringkatan Best Stock Award yakni: Emiten tercatat di IDX minimal 5 tahun, Rata-rata nilai transaksi harian dalam 1 tahun terakhir minimal Rp 1 miliar.
Selanjutnya tidak mengikutsertakan emiten yang mempunyai notasi khusus dari IDX sampai batas waktu pengolahan data yang ditentukan kemudian, selanjutnya emiten tidak pernah atau tidak sedang memiliki mengalami masalah gagal bayar atau hukum berdasarkan keputusan resmi dalam 3 tahun terakhir, serta dalam rangka mendukung program ESG, emiten yang tidak memiliki Laporan Keberlanjutan periode tahun buku 2022 akan mendapat pengurangan nilai alias penalty.
Setelah lolos seleksi awal, emiten yang lolos akan dihitung dengan menggunakan sejumlah indikator meliputi:
Aspek Kinerja Keuangan diberi bobot 40% dan menggunakan 5 indikator penilaian yakni:
1. Tren pertumbuhan top line (pendapatan) dan bottom line (laba bersih) selama 5 tahun
2. Pertumbuhan gross profit margin selama 5 tahun
3. Pertumbuhan laba operasi selama 5 tahun
4. Pertumbuhan arus kas dari operasi selama 5 tahun
5. Pertumbuhan ROE dan ROA selama 5 tahun
Adapun aspek Valuasi diberi bobot 20% dan menggunakan 2 indikator penilaian yakni:
1. Price to Earning Ratio: rasio yang membandingkan antara harga saham dengan laba per saham dari setiap saham. Semakin rendah nilai PER (namun tidak negatif) dinilai valuasinya akan lebih murah dibandingkan saham lain
2. Price to Book Value Ratio: rasio yang membandingkan antara harga saham dengan nilai buku per saham. Semakin rendah nilai PBV maka dinilai valuasinya akan lebih murah dibandingkan saham lain.
Sementara Aspek Volatilitas diberi bobot 20% dan menggunakan indikator BETA. BETA merupakan indikator untuk mengukur sensitivitas suatu saham terhadap pergerakan IHSG sebagai benchmark-nya. Semakin low sensitivity atau BETA yang rendah maka diindikasikan dapat lebih stabil.
Terkait Likuiditas diberi bobot 20% dan menggunakan 2 indikator yakni: Rata-rata nilai transaksi harian dan Rata-rata nilai frekuensi harian dalam setahun terakhir
Deretan Jawara
Dari berbagai kriteria dan metode penilaian yang dilakukan oleh Investortrust dan Infovesta, telah ditetapkan 77 emiten peraih Best Stock Awards 2024. Pemenang terbagi dalam 14 kategori pemeringkatan, yang terdiri dari pemenang untuk saham Small Cap (<1 triliun), Mid Cap (>= 1 triliun dan <50 triliun) dan Big Cap (>= 50 triliun).
Dari setiap kapitalisasi pasar tersebut, dipilih pemenang 3 terbaik dari setiap sektor dan kategori khusus BUMN.
Adapun 14 kategori pemeringkatan yang ditetapkan terdiri dari 11 sektor IDX, yaitu: Sektor energi, barang baku, perindustrian, konsumen primer, konsumen non primer, Kesehatan, keuangan, properti & real estate, teknologi, infrastruktur, transportasi & logistik.
Kemudian kategori khusus BUMN, kategori khusus Dividen Yield Tertinggi, dan kategori khusus Dividen Yield Terkonsisten.
‘’Khusus untuk Dividen Yield, hanya dipilih 3 besar saham dengan rata-rata dividen yield tertinggi dan 3 besar saham dengan pemberian dividen yield terkonsisten,’’ urai Parto Kawito.
Diantara 77 emiten peraih Best Stock Awards 2024, terdapat nama-nama emiten yang sudah tidak asing bagi pelaku pasar diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Indosat Tbk (ISAT) untuk jajaran saham pemenang kategori big cap.
Kemudian pada jajaran mid cap terdapat PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Sedangkan untuk small cap salah satu pemenangnya adalah PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) yang tampil sebagai peraih Best Stock Award 2024.
Berikut daftar lengkap peraih penghargaan Best Stock Awards 2024:

