Tips Smart Gunakan Uang THR
JAKARTA, investortrust.id – Lebaran atau Hari Raya Idulfitri identik dengan lonjakan pengeluaran. Mungkin beli baju baru, perabot rumah baru, bagi-bagi angpau untuk sanak famili, beli kue Lebaran, dan makanan yang lebih wah dari hari-hari biasa.
Bagi mereka yang mudik, harus menyediakan uang ekstra untuk transportasi, apakah itu jika pakai transportasi umum atau menggunakan kendaraan pribadi. Saat mudik kamu pasti mengunjungi berbagai tempat wisata sekaligus kulineran.
Kamu semua tahu segala barang dan jasa menjelang Lebaran pasti kompak harganya naik. Harga bahan kebutuhan pokok pasti membubung tinggi. Tarif transportasi pun, entah pesawat, darat, atau laut biasanya melonjak dua kali lipat. Mereka yang mudik jarak jauh, biaya untuk tol juga mahal.
Karena pengeluaran yang membengkak itulah, kenapa pemerintah dan perusahaan swasta memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Hari Raya Idulfitri untuk para pegawai/karyawan. Tiap perusahaan berbeda dalam kebijakan THR, ada yang nominalnya cuma sebesar gaji pokok, ada yang gaji penuh (take home pay).
Nah, apakah semua uang THR mesti dihabiskan? Jelas tidak. Jangan sampai. Bahkan, kita harus bijak dan smart dalam mengelola THR. Harus hati-hati dalam membelanjakan uang THR. Jangan kalap. Wajib ada yang disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan.
Kita harus ubah pola pikir (mindset) yang keliru bahwa uang THR harus dihabiskan. Menurut survei big data analytics Continuum Indonesia dan lembaga peneliti Indef, 90% dari uang THR pekerja Indonesia dialokasikan untuk berbelanja. Sedangkan untuk menabung dan investasi hanya sebesar 6,6%.
THR dapat disisihkan untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti menabung untuk pendidikan anak, investasi, liburan ke luar negeri, atau ibadah umroh ke Tanah Suci.
Berikut ini tips bijak dan smart dalam mengelola uang THR:
1. Potong Dulu Sebagian Uang THR untuk Ditabung dan Investasi
Putuskan berapa persen dari uang THR yang harus ditabung dan diinvestasikan, kisarannya bisa sekitar 20-30%. Sebagian simpan di bank, apakah dalam bentuk tabungan, tapi sebaiknya dalam bentuk deposito berjangka satu bulan.
Untuk investasi, kami bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang kini bunganya lagi tinggi dan super aman. Bisa juga beli reksa dana.
Sebelum berinvestasi, kamu perlu memilih instrumen investasi yang aman dan menjanjikan. Juga sesuaikan dengan profil risiko investasi kamu. Carilah informasi investasi yang akurat dan terpercaya, apakah dari akun media sosial atau membaca buku tentang keuangan, supaya kamu tidak terjebak dalam investasi yang tidak aman atau investasi ilegal.
2. Buat Daftar Pengeluaran
Biasakan membuat daftar belanja atau pengeluaran selama periode Lebaran. Buat daftar serinci mungkin. Urutkan sesuai prioritas. Jika di daftar itu pengeluaran membengkak, coret yang bukan prioritas. Ingat, harus disiplin dalam pengeluaran (belanja). Harus bisa membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.
3. Hindari Konsumsi yang Tidak Perlu
Selalu ingat untuk menghindari pengeluaran yang mubazir atau tidak diperlukan. Kamu juga perlu menahan hasrat untuk tidak berbelanja secara berlebihan (impulsive buying) pada momen Lebaran. Apabila menemukan produk yang disukai, pastikan kamu memikirkan urgensi atau kebutuhan penggunaannya terlebih dahulu sebelum membelinya.
4. Gunakan Uang THR untuk Melunasi Utang
Jika kamu punya utang, sebagian uang THR bisa juga digunakan untuk melunasi kewajiban. Prioritaskan untuk membayar utang yang telah terlambat atau lewat dari tenggat waktu yang telah ditetapkan.
5. Berbagi dengan Orang Lain
Saat Lebaran, tentu ada orang lain yang mesti kita kasih. Entah orangtua, ponakan, atau tetangga yang layak diberi. Juga zakat adalah bagian dari pengeluaran wajib.
6. Menyisihkan Dana Darurat
Ingat bahwa saat ini ketidakpastian sangat tinggi, entah itu menyangkut kondisi perekonomian nasional atau musibah yang menimpa kita. Ada hal-hal yang tidak terduga, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, atau masalah kesehatan. Dana darurat dapat menjadi penyelamat. Sisihkan 10-20% uang THR untuk dana darurat.
Baca Juga
7. Jangan Tergoda Iklan
Momen Ramadan dan Lebaran sering kali dimanfaatkan oleh platform layanan e-commerce melakukan promosi besar-besaran melalui gratis ongkir, cashback, diskon, dan lain sebagainya. Brand juga semakin gencar mempromosikan produknya di media sosial agar menarik lebih banyak pembeli.
Hal ini dilakukan untuk mengimbangi tingkat konsumsi online masyarakat yang naik sebanyak 3,6 kali lipat di bulan Ramadan, seperti yang dilaporkan oleh Populix. Maka, jangan tergoda oleh iming-iming iklan. Tetap disiplin.
8. Disiplin dan Konsisten terhadap Daftar Pengeluaran
Rencana pengeluaran yang telah dibuat harus dipenuhi dengan konsisten supaya tujuan keuangan kamu tetap tercapai. Miliki komitmen untuk tidak membelanjakan uang THR melebihi anggaran yang tersedia.
Nah, selamat memanfaatkan uang THR dengan smart dan bijak. Keputusan kamu dan apa yang kamu siapkan hari ini akan menentukan masa depanmu.
(Sebagian bahan diambil dari Prudential dan Manulife).
Baca Juga
Agar Tak Boncos, Intip Sejumlah Tips Atur Keuangan saat Ramadan

