Menyibak Misteri, Menerka Teka-teki (Resensi Buku “Rahasia Harga Saham”)
Judul: Rahasia Harga Saham.
Penulis: Hari Prabowo.
Penerbit: LP3M Investa Semarang & UNJ Press.
Tahun Terbit: 2023.
Tebal Halaman: 197 halaman, 10 bab.
Ukuran Buku: 23,5 cm.
ISBN: 978-623-8395-07-1.
Peresensi: Abdul Aziz (wartawan investortrust.id).
JAKARTA, investortrust.id - Saham, dalam benak masyarakat awam, adalah benda asing, teknis, sarat teori, rumit, sulit, dan bertabur misteri. Bahkan investor saham sekalipun kerap mengidentikkan pasar saham dengan labirin yang licin, sunyi, gelap, dan penuh perangkap.
Hari Prabowo mencoba membalikkan paradigma tersebut. Lewat buku Rahasia Harga Saham yang diluncurkan pada 11 September lalu, pegiat dan investor pasar modal itu berusaha meyakinkan masyarakat bahwa berinvestasi di pasarsaham adalah kegiatan investasi biasa, yang bisa dilakukan semua orang.
Lewat buku ini, Hari Prabowo menyederhanakan pikiran banyak orang tentang saham. Dengan gaya tulisannya yang lugas dan santai,ia meringkas teori-teori pasar modal yang rumit dan kental istilah-istilah ilmiah, menjadi pengetahuan yang sederhana.
Itu sebabnya, buku panduan berinvestasi di pasar modal ini gampang dicerna berbagai kalangan dengan latar belakang beragam. Dengan membaca buku ini, orang awam sekalipun bisa dengan mudah memahami kegiatan investasi di pasar saham, dari mulai menjadi investor pemula, sampai menjadi investor kawakan.
Tentu saja semuaitu taklepas dari latar belakang Hari Prabowo sebagai orang pasar modal tulen. Pria kelahiran Kendal, 10 November 1956 ini menghabiskan 32 tahun waktunya di pasar modal.
Pernah berkarier di perusahaan sekuritas, Hari Pranowo kini bekerjasebagai konsultan investasi dan pengajar di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pasar Modal Investa (LP3M Investa), lembaga yang didirikannya pada tahun 2000. Ia juga aktif sebagai pengurus Kadin dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Tengah.
Buku Rahasia Harga Saham --dengan kata pengantar mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) Hasan Zein Mahmud dan mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawati-- terdiri atas 197 halaman, berisi 10 bab.
Masing-masing bab membahas materi pasar saham secara runut,mulai dari pengertian dan konsep dasar investasi, mekanisme perdagangan saham, aksi korporasi, faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham, analisis harga saham, psikologi investor, hingga strategi berinvestasi.
Tiga Hal Penting bagi Investor
Hari Prabowo menekankan pentingnya investor memperhatikan tiga hal saat berinvestasi di pasar saham, yaitubagaimana memilih saham emiten (screaning), menetapkan harga (pricing), dan menentukan waktuterbaik untuk bertransaksi (timing).
Pilihan saham, harga, dan waktu terbaik. Jika bisa menemukan tiga hal tersebut,peluang investor untuk mendapatkan keuntungan akan sangat besar. (hal 92)
Hari Prabowo menganggapberinvestasi di pasar saham adalah seni. Alasannya,transaksi saham sarat muatanpsikologisnya. Alhasil, siapa yang berhasil mengelola psikologinya, dialah yang akan menjadi pemenang. Karena itu, investor harus punya aturan sendiri.
Investor harus mampu membuat aturan-aturan yang kita patuhi sendiri, sebagai disiplin pribadi. Kita harus bisa memutuskan kapan saat masuk pasar, berapa lama memegang posisi,dan kapan keluar dari pasar. (hal 130)
Meski demikian, Hari Prabowo mengingatkan bahwa pasar saham tidak bisa dilawan. Pasar saham punya aturan sendiri yang bisa saja sejalan, bisa pula bertentangan dengan aturan atau kehendak investor.
Kita tidak bisa mendikte pasar atau mengontrol pasar. Pasar juga tidak bisa mengntrol diri kita. Segala keputusan menjadi konsekuensi kita atas hasil maupun risikonya. (hal 130)
Bandar dan Bandarmologi
Hari Prabowo maklum perihal adanya “bandar” dalam perdagangan saham. Dalam versiHari Prabowo,bandar adalah pihak bermodal jumbo yang bertransaksisaham dengan trik-trik tertentu agar bisa menggerakkan harga seusai keinginannya. Tujuannya tiada lain untuk mengeruk keuntungan.
Trik-trik tersebut dilakukan sedemikianrupa agar tidak melanggar peraturan perundangan yang berlaku di bursa. (hal 123)
Agar investor tidak terjebak ulah bandar, Hari Prabowo memberikan sejumlah kiat. Salah satunya, investor mestimenggunakan analisis bandarmologi atau studi untuk mengamati suatu saham yang sedang ditransaksikandi bursa, mulai dari cara order, transaksi, sampai pihak yang melakukan transaksi.
Tujuan analisis bandarmologi adalah untuk mengetahui apakah transaksi suatu saham yang sedang terjadi di bursa terindikasi bermuatan trik bandar atau tidak agar investor bisa mengambil suatu keputusan terhadap saham tersebut. (hal 124)
Selain harus mencermati perilaku para bandar, para investor harus mewaspadaikelakuan para pengurus (direksi) emiten. Soalnya, tak jarangemiten memanipulasi laporan keuangan dengan tujuanmempercantik kinerjanya agar tampak seksi di mata investor atau pemegang saham.
Hari Prabowo mencontohkan sejumlah emiten di dalam negeri yang memanipulasi kinerja keuangan, berikut kiat-kiat menyikapinya. (hal 182)
Terlepas dari itu semua, Hari wanti-wantiberpesan bahwa untuk meraih kesuksesan di pasar saham, investor harus punya kesabaran ekstra dan disiplin tingkat tinggi. (hal 132)
Hari Prabowo membagi strategi berinvestasi di pasar saham dalam dua kelompok, yaitu investasi jangka pendek (trading) dan investasi jangka panjang (value investing). Investorjangka pendek lebih cocokmengandalkan analisis teknikal dan analis bandarmolog. Sedangkan investor jangka panjang lebih pasmengandalkan analisis fundamental dan prospek emiten.
Hari juga memberikan tips berupa jurus-jurus bertransaksi di lantai bursa, dari mulai Jurus Menggulung Badai, Jurus Memanah Bulan, sampai Jurus Menurunkan Penumpang Ritel.
Yang pasti,investor jangka panjang harus mematok target dan selalu setia pada targetnya, baik target harga maupun target waktu. Kesetiaan merupakan ejawantah dari disiplin seorang investor. Kesetiaan itu pula yang akan menentukan untung-rugi dan besar-kecilnya cuan.
Jika target harga sudah tercapai sebelum jangka waktu yang ditetapkan, tetap lakukan penjualan. Sebab, bisa saja harga kembali turun. (hal 138)
Layak sebagai Buku Panduan
Secara keseluruhan, buku Rahasia Harga Saham karya Hari Prabowo layak dikategorikan sebagai buku panduan pasar saham. Secara sistematika penulisan, buku ini sangat runut dan taktis, sehingga pembaca bisa menyimaknya secara berurutan, tanpa harus membolak-balikkan halaman.
Metodologi yang digunakan penulis punsangat simple. Dengan demikian, pembaca tidak mudah terjebak dalam teori-teori yang membuat kening berkerut. Buku ini tidak saja cocok menjadi bacaanpara investor saham (dari pemula sampai yang sudah piawai), tapi juga layak menjadi sumber referensi bagi para pelajar, mahasiswa, dan dosen atau kalangan akademisi.
Kekurangan buku ini ada pada tata letak (lay-out) yang terlampau sederhana, dengan tampilan-tampilan gambar dan infografis seadanya. Selain itu, banyak kesalahan sepele tapi cukup mengganggu berupa penulisan kata yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia, misalnya “Dilikuidasi“ ditulis “di Likuidasi” (hal 33), "pembentukan" ditulis "pembentukkan" (hal 44), “menunjukkan” ditulis “menunjukan”, “pergerakan” ditulis “pergerakkan” (hal 88), dan “Menaikkan” ditulis “Menaikan” (hal 115).
Meski dibuat sederhana, justru banyak kalimat yang ditulis tidak sederhana, menggunakan kalimat-kalimat panjang dan berulang. Ada pula typo penomoran, seperti nomor "8" (di hal 154 diulang di hal 155). Kemudian terdapat penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak konsisten pada partikel, seperti "bagi" ditulis “Bagi” (hal 41) dan “yang” ditulis “Yang” (hal 124). Begitu pun huruf miring (kursif), terutama pada istilahasing.
Di luar teknis penulisan, Hari Prabowo --sayangnya-- juga tidak mengupas secara mendalam fenomena pompom saham (istilah yang digunakan untuk memengaruhi ataumenghasut orang agar membeli, menahan, atau menjual saham tertentu).
Padahal, pompom saham yang notabene melanggar aturan pasar modal, tergolong praktik yang cukup meresahkan investor belakangan ini. Apalagi pompom saham turut melibatkan influencer ternama dan public figure, termasuk para pegiat dan petinggi institusi pasar modal, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tetapi, bukankahtidak ada gading yang tak retak? Di luar kekurangan-kekurangan tersebut, sekali lagi, buku Rahasia Harga Saham sangat direkomendasikan (recommended), bukan cuma sebagai panduan masyarakat awam dan investor saham, melainkan juga sebagai rujukan para akademisi.
Bahwa setelah membaca buku ini para pembaca menganggap harga saham tetap misterius dan masih penuh teka-teki,itu karena harga saham, sampai kapan pun, memang bakal selalu menjadi misteri. Investor hanya punya kuasa untuk memprediksi.
Dalam konteks ini, para investormungkin harus tunduk pada petuah Warren Buffett, “Kita baru bisa tahu siapa yang selama ini berenang telanjang setelah air laut surut.” ***

