Industri Asuransi Disebut Terapkan Strategi Hati-Hati di Tengah Fluktuasi Pasar Modal, Porsi Saham Turun Tipis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tekanan dan volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal 2026 dinilai turut memengaruhi kinerja investasi industri asuransi, khususnya pada instrumen saham.
Dalam menghadapi kondisi pasar yang berfluktuasi, pelaku industri memilih menerapkan strategi pengelolaan investasi yang lebih hati-hati.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, perusahaan asuransi secara umum melakukan penyesuaian portofolio untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan kewajiban jangka panjang.
“Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, perusahaan asuransi umumnya melakukan penyesuaian portofolio investasi secara hati-hati untuk menjaga profil risiko dan kesesuaian dengan kewajiban jangka panjang,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Rabu (25/3/2026).
Baca Juga
Sebanyak 304.950 Agen Asuransi Resmi Terdaftar di Sprint OJK
Berdasarkan data per Januari 2026, penempatan investasi asuransi komersial pada instrumen saham tercatat sekitar 17,51% dari total investasi industri. Angka tersebut mengalami sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya.
Menurut Ogi, penurunan ini sejalan dengan dinamika pasar saham domestik serta mencerminkan langkah kehati-hatian industri dalam mengelola portofolio investasi.
Baca Juga
Investasi Emas di Asuransi Masih Minim, OJK Buka Peluang untuk Dapen
“Nilai tersebut sedikit menurun, sejalan dengan dinamika pasar saham domestik dan strategi kehati-hatian industri dalam pengelolaan investasi,” katanya.

