Momentum Imlek dan Ramadan 2026, Bank Woori Saudara Genjot Pembiayaan Properti
JAKARTA, investortrust.id – Momentum perayaan Imlek dan Ramadan pada awal 2026 kembali menjadi pendorong aktivitas konsumsi dan investasi masyarakat, termasuk di sektor properti. Masyarakat kerap memanfaatkan momentum perayaan besar keagamaan untuk merealisasikan rencana kepemilikan hunian.
Kondisi tersebut membuka peluang strategis bagi industri perbankan untuk mengakselerasi penyaluran kredit pemilikan hunian secara terukur, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang adaptif.
Didukung kenaikan permintaan hunian tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) menggandeng Sinar Mas Land melalui program “Ketupat Hoki” sebagai bagian dari strategi mendorong permintaan properti berkualitas pada 2026.
Baca Juga
BWS Luncurkan KPR Bunga Fix 8,99% Tenor 20 Tahun, Tawarkan Kepastian Cicilan Jangka Panjang
Program yang berlangsung sejak 14 Februari hingga 22 Maret 2026 ini menawarkan berbagai kemudahan pembiayaan bagi nasabah yang ingin memiliki hunian di proyek-proyek pilihan. Sejumlah penawaran menarik dihadirkan, mulai dari diskon 24,5% + 1%, uang muka (DP) 0%, hingga berbagai hadiah untuk setiap transaksi properti.
Melalui program tersebut, BWS menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Hunian (KPH) dengan struktur pembiayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kualitas aset pembiayaan. Skema promo dalam program “Ketupat Hoki” juga mencakup suku bunga kompetitif serta kemudahan proses pengajuan kredit.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi transaksi properti tanpa mengabaikan aspek mitigasi risiko.
Analis Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardiansyah menilai bahwa momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan secara historis memang mampu meningkatkan minat beli properti, terutama untuk segmen rumah tapak dan hunian di kawasan berkembang.
Baca Juga
Jaga Kualitas Aset, Bank Woori Saudara (BWS) Perkuat Manajemen Risiko Kredit
“Pada periode awal tahun, khususnya menjelang perayaan besar, konsumen cenderung lebih optimistis dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang seperti pembelian rumah. Perbankan yang mampu menawarkan skema pembiayaan menarik namun tetap prudent akan berada pada posisi yang diuntungkan,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Kolaborasi antara bank dan pengembang, menurut dia, menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas penyaluran kredit properti. “Sinergi antara perbankan dan pengembang besar memungkinkan proses seleksi proyek dan debitur berjalan lebih terukur. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, ekspansi kredit properti masih memiliki ruang tumbuh pada 2026,” katanya.
Langkah Bank Woori Saudara memanfaatkan momentum Imlek dan Ramadan mencerminkan pendekatan yang adaptif terhadap siklus musiman ekonomi. Dengan kombinasi promosi yang kompetitif dan manajemen risiko yang disiplin, peluang peningkatan permintaan properti pada awal 2026 diharapkan dapat dioptimalkan secara sehat oleh industri perbankan nasional.

