Asuransi Jiwa IFG Raih Investortrust Best Unit Link Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa IFG menjadi salah satu pemenang yang berhasil membawa pulang penghargaan pada ajang Investortrust Best Unit Link Awards 2026. PT Asuransi Jiwa IFG membawa pulang penghargaan pada Kategori Pendapatan Tetap Konvensional IDR Periode 3 Tahun melalui produk IFG Link Pendapatan Tetap.
Sebanyak 168 Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unit link dari 24 perusahaan mampu menunjukkan kinerja ciamik di tengah situasi pasar yang fluktuatif, sehingga layak menerima penghargaan pada ajang Best Unit Link Awards 2026. Produk – produk unit link tersebut berhasil lolos pada tahap seleksi yang fokus pada unsur investasi, termasuk meliputi tingkat optimalitas kinerja investasi dari sisi imbal hasil dan risiko fluktuasi.
Best Unit Link Award 2026 diselenggarakan pada Rabu (25/2/2025) oleh portal data dan berita ekonomi independen Investortrust.id, bekerja sama dengan PT Infovesta Utama.
Primus Dorimulu, Chief Executive Officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) mengatakan, gelaran Best Unit Link Awards 2026 yang digelar oleh Investortrust.id dan Infovesta merupakan dukungan terhadap upaya peningkatan kinerja dan kualitas produk unit link di Indonesia. Di sisi lain Investortrust.id juga mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas peran kunci mereka dalam meningkatkan kualitas dan standar industri asuransi jiwa.
Baca Juga
Investortrust-Infovesta Gelar Best Unit Link Awards 2026, Ini Metodologi Penilaiannya
“Kerangka regulasi dan panduan yang diberikan oleh OJK, khususnya lewat Surat Edaran OJK No 5 Tahun 2022 tentang. Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (SEOJK PAYDI) telah memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dan keyakinan di kalangan konsumen, sekaligus mempromosikan industri yang sehat dan kompetitif,” ujar Primus Dorimulu.
Sementara itu, Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama mengungkapkan, hasil dari Best Unit Link Awards 2026 diharapkan bisa menjadi pemacu bagi para pelaku industri, sekaligus benchmarking agar pelaku industri bisa terus meningkatkan performa produk unit link yang diterbitkan.
“Lewat ajang Best Unit Link Awards 2026 para pelaku industri dan masyarakat pada umumnya diharapkan bisa menjadikan acara ini sebagai acuan untuk menilai kinerja sebuah PAYDI atau unit link. Best Unit Link Award 2026 juga diharapkan bisa kembali meningkatkan kepercayaan publik pada produk perlindungan yang dilengkapi dengan alokasi investasi ini, sehingga bisa kembali memperbesar porsi pendapatan premi dari unit link pada pendapatan premi asuransi jiwa,” kata Parto.
Dalam Best Unit Link Awards, terdapat 5 jenis kategorisasi pemeringkatan yakn Kategori Unit Link Pasar Uang, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap IDR, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap USD, Kategori Unit Link Campuran, dan Kategori Unit Link Saham.
Dari setiap kategorisasi pemeringkatan tersebut, dibedakan atas beberapa periode penilaian yakni Periode penilaian 3 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 5 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 7 tahun (Kategori Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), dan Periode penilaian 10 tahun (Kategori Jenis Saham). Dari setiap periode penilaian tersebut, akan dipilih pemenang 3 terbaik dari setiap kategori.
Baca Juga
IFG Life Permudah Layanan Asuransi Secara Digital Lewat One by IFG
Adapun indikator pemeringkatan yang digunakan adalah Total Return, Modified Sharpe Ratio, dan Downside Risk.
Total Return menunjukkan pencapaian hasil pengelolaan atas portofolio investasi Unit Link oleh suatu perusahaan asuransi selama periode tertentu yang terlihat dari perubahan harga produk Unit Link sejak periode awal hingga akhir pengamatan. Tujuan annualized return adalah agar dapat disejajarkan dengan tingkat bunga bebas risiko (risk free) yang didapatkan dengan menggunakan rata-rata suku bunga simpanan yang dikeluarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah pajak dalam periode pengamatan yang sama.
Beirkutnya Modified Sharpe Ratio merupakan modifikasi terhadap metode Sharpe Ratio yang menilai tingkat optimalisasi kinerja investasi yang terukur dari hasil perbandingan antara imbal hasil (return) terhadap risiko fluktuasi harga (risk). Tingkat fluktuasi harga tercermin pada nilai Standar Deviasi yang mencerminkan besarnya penyimpangan terhadap nilai rata-rata kinerja historis suatu produk Unit Link selama periode pengamatan.
Ketiga, Downside Risk merupakan metode pengukuran risiko yang secara spesifik hanya mengukur risiko saat kinerja produk Unit Link mencatat hasil negatif atau di bawah target return yang diharapkan (minimum acceptable return) di mana kami menetapkan angka tersebut sebesar 0%. Semakin kecil downside risk, maka semakin kecil potensi tingkat tekanan terhadap kinerja produk Unit Link saat mengalami fluktuasi pasar.
Mekanisme pemeringkatan dilakukan melalui pemberian skor di mana nilai indikator tertinggi akan mendapatkan skor tertinggi berdasarkan jumlah populasi di setiap kelompok pemeringkatan. Selanjutnya, perhitungan total skor ditentukan berdasarkan nilai rata-rata tertimbang dari bobot tiap indikator di mana Total Return sebesar 40%, Modified Sharpe Ratio sebesar 40% dan Downside Risk sebesar 20%.

