Pasca “Spin Off”, Allianz Syariah Fokus Strategi Jangka Panjang dan Diversifikasi Distribusi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) berkomitmen untuk memperkuat fondasi bisnis pasca pemisahan (spin off) dari unit usaha syariah (UUS).
Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus mengungkapkan, strategi pasca spin off menjadi penentu utama keberlanjutan perusahaan di tengah persaingan industri asuransi syariah yang semakin ketat.
Menurutnya, transisi UUS menjadi entitas terpisah membutuhkan pemetaan yang cermat, terutama dalam menentukan posisi dan proposisi nilai perusahaan.
“Strategi pasca spin off itu sangat-sangat penting. Ketika kita melihat peluang dan segmentasi pasar, kita harus memetakan posisi serta proposisi nilai kita, baik dibandingkan saat masih menjadi UUS maupun ketika disandingkan dengan induk konvensional,” ujar Jazilah, dalam sebuah webinar, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga
Gandeng BTPN Syariah, Allianz Syariah Rilis Produk Dwiguna Baru
Allianz Syariah, lanjut dia, melakukan analisis menyeluruh terhadap berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, sebelum melangkah lebih jauh.
Dari sisi eksternal, persaingan bisnis dan tantangan industri menjadi perhatian utama. Sementara dari internal, kinerja bisnis, ketersediaan talenta, serta kesiapan teknologi dievaluasi secara ketat.
Selain itu, Allianz Syariah juga menyusun proyeksi bisnis jangka panjang sebagai bagian dari penyelarasan strategi perusahaan.
“Bisnis asuransi bukan seperti FMCG(fast moving consumer goods) yang berorientasi pada keuntungan cepat. Ini adalah bisnis jangka panjang dan tidak seharusnya dipandang sebagai bisnis yang mengejar profit bisnis jangka pendek,” kata Jazilah.
Baca Juga
Dua Tahun Pasca 'Spin Off', Allianz Syariah Catat 120.000 Jumlah Nasabah
“Oleh karena itu kami menyusun proyeksi bisnis hingga 10 tahun ke depan,” sambung dia.
Dalam aspek distribusi, Jazilah menyatakan bahwa sekitar 95% bisnis perusahaan sebelumnya ditopang oleh kanal distribusi keagenan. Meski fondasi keagenan dinilai kuat, perusahaan tetap membuka peluang pengembangan kanal distribusi lain.
“Fondasi distribusi sudah ada, 95% berasal dari agency. Tapi kami juga melihat peluang lain seperti bancassurance atau kanal distribusi lain agar tidak terlalu bergantung pada satu strategi distribusi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Allianz Syariah juga mencermati peluang akuisisi yang berpotensi memperkuat posisi perusahaan di industri.

