Ini Faktor Pengerek Laba Danamon Sebesar 6%
JAKARTA, Investortrust.id - Bank Danamon sukses membukukan laba sebesar Rpp 3,5 triliun di tahun ini atau tumbuh 6% secara year on year (yoy). Sejumlah faktor seperti naiknya kredit, DPK, dan terjaganya non performing loan (NPL) jadi faktor pendorongnya.
“Kami membukukan kenaikan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 3,5 triliun di tahun 2023, meningkat 6% (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya Direktur Keuangan Danamon, Muljono Tjandra, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (19/2/2024).
Salah satu penopang utama pertumbuhan laba, lanjut Muljono, disebabkan oleh naiknya total kredit sebesar 19% (yoy) menjadi Rp 174,9 triliun. Dari total kredit tersebut, ditopang juga oleh sejumlah jenis kredit yang mengalami peningkatan, seperti kredit konsumen, kredit usaha kecil dan menengah (UKM), serta kredit di segmen enterprise dan financial institution.
Baca Juga
Hingga Awal 2024 Kredit Danamon Tumbuh 19% jadi Rp 174,9 Triliun
Kemudian, Danamon juga sukses mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga double digit di tahun lalu. “Danamon juga berhasil mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 10% (yoy) mencapai Rp 140,4 triliun,” kata Muljono.
Selain itu dari sisi asset quality, lanjut Muljono pihaknya juga sukses mempertahankan kualitas aset yang sehat. Tercermin dari loan at risk (LAR), termasuk program restrukturisasi Covid-19 yang masih berjalan tercatat membaik 100 basis poin (yoy) menjadi 11,6%. Di sisi yang bersamaan, rasio kredit bermasalah atau NPL brutojuga terjaga di level 2,2% di tahun lalu.
“Danamon juga berhasil meningkatkan net interest margin atau yang biasa kita sebut NIM sebesar 20 basis poin menjadi 8,2%. Pendapatan operasional juga meningkat sebesar 7% (yoy) menjadi Rp 18,2 triliun,” tukasnya. (CR-13)
