Bank Raya (AGRO) Punya Pengerek ‘Interest Income’ yang Moncer, Apa Itu?
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) sebagai anak usaha dari Bank Rakyat Indonesia punya bisnis yang cukup moncer yang bisa mengerek tingkat interest income perseroan.
Disampaikan Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia, sebagai bank digital dengan akses terluas untuk segmen mikro dan usaha kecil di Indonesia, emiten berkode bursa AGRO ini punya semangat untuk memperkuat induk di segmen tersebut. Dengan alasan inilah Bank Raya mendukung kinerja para Agen BRILink yang sebanyak 797 ribu orang di seluruh Indonesia dengan memberikan pinjaman dana talangan lewat produk Pinang Dana Talangan.
“Agen BRILink membutuhkan dukungan operasional dan dana talangan jangka pendek lewat produk Pinang Dana Talangan. Sebuah pinjaman jangka pendek dengan tenor rata-rata selama sepekan hingga sebulan, yang pada akhirnya akan memberkuat segmen yang kini ditangani oleh perusahaan induk, Bank Rakyat Indonesia,” kata Bagus dan jajaran direksi Bank Raya, saat menerima redaksi Investortrust.id dalam kesempatan media visit di kantor Bank Raya, Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Bank Raya (AGRO) Cetak Kredit Usaha Berkelanjutan 42% dari Total Kredit
Menurut Bagus, lewat produk dana talangan ini, Bank Raya memanfaatkan pasar pada ekosistem yang ada di BRI Group, yakni para Agen BRILink yang tercatat mencapai 797 ribu agen di seluruh Indonesia.
Pinang Dana Talangan salah satunya akan memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek para Agen BRILink. “Hanya dengan masa proses singkat, sekitar 10 menit, Agen BRILink bisa memanfaatkan pinjaman talangan dari Bank Raya. Tenornya pun jangka pendek, selama 14 hari hingga sebulan. Jadi setelah mereka menyelesaikan pinjamannya, mereka masih bisa menggunakan layanan ini untuk kebutuhan berikutnya,” ujar Bagus.
Dalam satu bulan, Bank Raya bisa menerima transaksi Pinang Dana Talangan dari satu Agen BRILink satu hingga tiga kali transaksi. “Jadi outstanding kita tetap kecil karena sifat dana talangan yang jangka pendek. Namun tingkat disbursement atau pencairan kreditnya cukup besar. Inilah yang mampu meningkatkan interest income Bank Raya, dan menjadi recurring income yang tinggi,” papar Bagus.
Baca Juga
Melesat 109,5% Hingga Rp 9 Miliar, Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Laba Bank Raya (AGRO)
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Rustarti Suri Pertiwi menyampaikan, Bank Raya masih punya peluang untuk meningkatkan recurring income dari produk Pindang Dana Talangan, karena sejauh ini Bank Raya baru terakuisisi sebesar 4% dari total agen BRILink. Sementara itu potensi yang masih bisa dirangkum sebesar 22% agen, lewat sejumlah Community Bank dan kantor Cabang yang dimiliki Bank Raya.
“Kami sudah mengakuisisi 4% dari total Agen BRILink, dan kami masih punya potensi mengakuisisi 22% lainnya dari total 797 total Agen BRILink,” kata Tiwi, demikian sapaan akrabnya. Sejauh ini hingga Maret 2024, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar 3,22 triliun year on year.
