Bagikan

Laba Bank Neo (BBYB) Melonjak 73 Kali Berkat Efisiensi dan Perbaikan Kualitas Aset

Poin Penting

PT Bank Neo Commerce Tbk mencatat lonjakan laba 73 kali menjadi Rp 517,20 miliar per Oktober 2025, didorong efisiensi operasional dan perbaikan kualitas aset.
Fondasi keuangan menguat, tercermin dari pertumbuhan aset dan modal inti, penurunan NPL Gross ke 2,89%, serta CAR melonjak ke 47,77% yang memperkuat kapasitas ekspansi berkualitas.
Strategi kehati-hatian kredit dan transformasi digital berjalan efektif, meski kredit turun 14,16% yoy, produk Neo Loan tumbuh 139% dan DPK tetap stabil, menjaga kepercayaan nasabah.

JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatatkan total laba hingga Oktober 2025 sebesar Rp 517,20 miliar atau melonjak 73 kali dibandingkan laba pada Oktober 2024 (year on year/yoy) yang sebesar Rp 6,95 miliar. Pencapaian ini merefleksikan operasional perbankan yang semakin matang serta kemampuan bank dalam menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.

Per Oktober 2025, total aset Bank Neo Commerce (BNC) mencapai Rp 18,49 triliun, naik 0,34% dibandingkan September 2025 sebesar Rp 18,43 triliun dan tumbuh 3,01% secara tahunan dari Oktober 2024 yang tercatat Rp 17,95 triliun.

Modal inti juga menguat menjadi Rp 4,00 triliun, meningkat 1,52% dibandingkan September 2025 sebesar Rp 3,94 triliun, serta melonjak signifikan 20,06% secara year on year (yoy) dari Rp 3,33 triliun pada Oktober 2024.

Direktur Utama BBYB Eri Budiono menyatakan, kinerja positif hingga Oktober 2025 merupakan hasil dari pengendalian risiko yang disiplin, pengelolaan operasional yang makin baik, serta inovasi layanan yang terus diperluas.

“Pencapaian ini menegaskan bahwa transformasi digital BNC telah memasuki fase yang mencerminkan fondasi lebih stabil dan berkelanjutan untuk pertumbuhan bisnis Perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, (16/12/2025).

Baca Juga

Bank Neo Commerce Gandeng Zurich Jalin Kerja Sama Bancassurance

Efisiensi operasional BNC tetap terjaga dengan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di level 82,83% pada Oktober 2025, relatif stabil dibandingkan September 2025 sebesar 82,81%. BOPO juga membaik signifikan sebesar 16,92 poin persentase dibandingkan Oktober 2024 yang tercatat 99,75%.

Dari sisi Net Interest Margin (NIM), BNC membukukan 14,74%, turun tipis dari September 2025 sebesar 14,81%, mencerminkan konsistensi Bank dalam menjaga margin melalui strategi pembiayaan yang terkendali.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan, tercermin pada rasio kredit bermasalah (NPL Gross) yang turun signifikan menjadi 2,89% pada Oktober 2025 dibandingkan Oktober 2024 sebesar 3,74%.

Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 47,77% pada Oktober 2025 dari 35,89% pada tahun sebelumnya, atau tumbuh 11,88 poin persentase secara yoy. Struktur permodalan yang sangat kuat ini memperkuat kemampuan Bank dalam mendukung ekspansi yang berkualitas.

Pada sisi intermediasi, penyaluran kredit per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 7,40 triliun, turun 14,16% dibandingkan Oktober 2024 yang sebesar Rp8,62 triliun. Penurunan ini mencerminkan fokus Bank pada perbaikan kualitas aset serta sikap yang lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit.

Salah satu produk kredit yang menjadi fokus BNC sepanjang 2025, yakni Neo Loan atau Neo Pinjam yang tersedia di aplikasi neobank, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 139% secara tahunan.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) berada pada posisi stabil di Rp 13,60 triliun, relatif tidak berubah dibandingkan September 2025 sebesar Rp 13,62 triliun. Stabilitas DPK ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga terhadap layanan perbankan yang diberikan BNC.

Baca Juga

Berbalik Positif, Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp 276 Miliar di Semester I 2025

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024