PNM Antarkan Indonesia Jadi Penerbit Orange Bonds Terbesar di Dunia
JAKARTA, investortrust.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi menerbitkan Orange Bonds dan Orange Sukuks senilai US$ 980 juta. Emisi ini menjadikan Indonesia sebagai penerbit Orange Bonds terbesar di dunia sekaligus negara pertama yang meluncurkan Orange Sukuks. Instrumen ini dirancang untuk memberdayakan 15,7 juta wirausaha perempuan di seluruh Indonesia.
Orange Bonds merupakan instrumen pembiayaan yang ditujukan untuk mendorong program-program pemberdayaan perempuan.
Komisaris Independen PNM Veronica Colondam menjelaskan bahwa Orange Capital, yang mencakup Orange Bonds, Orange Sukuks, pinjaman, dan jaminan, merupakan kelas aset lintas sektor yang berada di persimpangan antara kesetaraan gender dan aksi iklim.
Baca Juga
Perluas Pemberdayaan Disabilitas, PNM Dorong Pemerataan Pengembangan Industri Kreatif
“Orange Capital adalah standar tertinggi dalam menangani dampak pencucian modal dalam keuangan berkelanjutan,” ujar Veronica. Prinsip Orange Bonds juga menekankan pengukuran, pelaporan, dan verifikasi dampak terhadap perempuan sebagai tahapan akhir yang wajib dipenuhi.
Ia menyebutkan, lebih dari 10 Orange Bonds telah mengkatalisasi US$ 1,4 miliar di Bangladesh, India, Filipina, Jepang, Sri Lanka, Amerika Serikat, Vietnam, dan negara lainnya.
Wakil Menteri Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo menilai, Orange Bonds sebagai instrumen yang melampaui obligasi berkelanjutan tradisional. Tidak seperti obligasi hijau yang berfokus pada dampak lingkungan saja, Orange Bonds menyatukan dampak lingkungan dan sosial serta meningkatkan transparansi.
“Kami melihat ini sebagai mekanisme yang ampuh untuk mempercepat kemajuan SDG global dan memperkuat kepemimpinan negara berkembang dalam keuangan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga
Leonardo menambahkan, 62% indikator SDG Indonesia berada di jalur yang tepat, dan lebih dari US$ 10 miliar telah disalurkan melalui obligasi tematik dan sukuk. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan hasil nyata ketika perempuan dan komunitas yang kurang terlayani ditempatkan sebagai mitra setara.
Direktur Pencatatan BEI I Gede Nyoman Yetna menilai Orange Forum 2025 mencerminkan kekuatan Orange Movement dan mempertegas peran Indonesia dalam keuangan berkelanjutan global. “Forum ini menunjukkan komitmen BEI untuk membekali pelaku pasar modal dalam memimpin investasi cerdas iklim dan berwawasan gender, serta membangun generasi investor baru yang memandang kesetaraan sebagai motor pertumbuhan,” papar Nyoman dalam puncak Orange Forum sekaligus perayaan resmi penerbitan Orange Capital oleh PNM di BEI, baru-baru ini.

