Perkuat Digitalisasi Keuangan di Pesantren, BSI Gandeng PPATK Gelar Edukasi 'Cyber Crime'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperkuat digitalisasi keuangan di pesantren, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar edukasi tentang cyber crime untuk kalangan santri di Pesantren Nurul Huda, Bekasi.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, literasi ini membahas kemajuan transaksi keuangan digital serta potensi terjadinya kejahatan finansial, seperti pencucian uang, serta pencegahannya.
“Pesantren menjadi salah satu bagian dalam islamic ecosystem yang sedang dikembangkan menjadi salah satu uniqueness value di bank syariah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga
Hingga saat ini, lanjut Anggoro, BSI telah bermitra dengan lebih dari 12.000 pesantren di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, baru sekitar 34% yang terintegrasi dengan layanan keuangan digital.
“Layanan keuangan digital yang disediakan BSI kepada ekosistem pesantren mencakup keseluruhan, diantaranya berkolaborasi dengan unit usaha pesantren menyediakan Warung BSI, BSI QRIS, dan BSI Agen Pesantren yang saat ini jumlahnya lebih dari 800 agen,” katanya
Anggoro berharap, dapat terus meningkatkan pemahaman keuangan digital di pesantren. Tahun ini, pihaknya optimistis bisa mendorong kolaborasi dengan lebih dari 1.000 pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi umat.
Baca Juga
BSI Financing Surges 13.37%, Strengthens ESG Leadership with Green Zakat Program
Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK Supriadi menyatakan pentingnya peran generasi muda pesantren dalam menjaga integritas sistem keuangan bangsa.
“Kami ingin para santri tidak hanya dikenal karena akhlakul karimah-nya saja, tapi juga karena ketajaman berpikir dan kewaspadaannya dalam menjaga bangsa ini dari ancaman kejahatan keuangan,” ucap Supriadi.

