Di Tengah Lesunya Kinerja 'Unit Link' Secara Industri, Manulife Pede Rilis Produk Baru
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link secara industri yang cenderung lesu, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia percaya diri meluncurkan produk unit link teranyarnya yang diberi nama Manulife Dynamic Smart Assurance (MDSA).
Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO Manulife Indonesia Novita Rumngangun mengungkapkan, produk ini menghadirkan perlindungan jiwa jangka panjang sekaligus peluang pertumbuhan aset melalui diversifikasi investasi.
“Kami merancang Manulife Dynamic Smart Assurance (MDSA) untuk menawarkan solusi inovatif, solusi asuransi jiwa yang tetap aktif meskipun nilai investasi anda menurun,” ujarnya, di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga
Dorong Literasi Asuransi, Manulife Indonesia Kembangkan Jaringan
“Dilengkapi dengan fitur pertanggungan yang tetap berlaku (no lapse guarantee) selama 25 tahun yang merupakan pertama di Indonesia berfungsi sebagai jaring pengaman yang kokoh untuk menjaga polis tetap aktif,” sambung Novita.
Produk ini diluncurkan di tengah kondisi penjualan unit link yang lesu. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hingga paruh pertama 2025, pendapatan premi unit link menurun 11,7%, menjadi Rp 32,40 triliun dari semester I 2024 Rp 36,68 triliun.
Pangsa unit link juga terus menyusut, bahkan saat ini produk tradisional mendominasi dari total perolehan premi industri. Padahal, beberapa tahun lalu, produk unit link menjadi primadona bagi industri asuransi jiwa dalam meraup premi.
Baca Juga
Jalin Kerja Sama Bancassurance dengan Danamon, Manulife Indonesia Rilis Produk Tradisional Baru
Hingga semester I 2025, unit link hanya menggenggam pangsa 36,99% dari total premi industri sebesar Rp 87,60 triliun. Sementara produk tradisional mendominasi dengan pangsa 63,01%, dan raihan premi Rp 55,20 triliun.
Sementara itu, General Manager Agency Manulife Indonesia William Satriadi Soetrisno mengatakan, peluncuran produk ini didorong oleh prospek yang cerah dari potensi penjualan unit link ke depan.
“Penurunan penjualan unit link (secara industri) itu harus kita melihatnya apakah kita sudah memiliki produk yang benar-benar dirancang sesuai dengan situasi yang sekarang. Produk MDSA ini adalah produk yang benar-benar lihat situasi dan perkembangan zaman, makanya kita benar-benar sesuaikan,” katanya menjawab pertanyaan Investortrust.
Menurut William, produk unit link masih akan tetap menjadi pilihan solusi bagi masyarakat. Sebab, di negara-negara maju itu produk unit link juga masih menjadi primadona, berdampingan juga dengan produk tradisional.
“Kita berupaya menjual sesuai dengan kebutuhan. Kalau dengan situasi seperti sekarang permintaan unit link akan naik, kita persiapkan juga solusi unit link yang terbaik untuk di masa sekarang,” ucap dia.

