Pembiayaan BSI Meningkat 13,37%, Jauh Melampaui Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mampu membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 13,37% per Agustus dibanding periode sama tahun lalu, dengan nilai outstanding sebesar Rp 296 triliun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menyatakan, pertumbuhan pembiayaan BSI tersebut melampaui pertumbuhan kredit industri secara keseluruhan yang hanya tumbuh satu digit, 7-8%.
“Pertumbuhan pembiayaan yang tinggi tetap disertai dengan kehati-hatian, terbukti BSI mampu menekan pembiayaan bermasalah (NPF) menjadi 1,86% atau turun tipis 0,11%,” kata Anggoro dalam silaturahmi dengan Forum Pemred, Jumat (17/10/2025)..
Saat ini, total aset BSI mencapai Rp 399 triliun (tumbuh 11% yoy). BSI mampu memobilisasi dana masyarakat lewat dana pihak ketiga sebesar Rp 330 triliun, atau tumbuh 11% secara tahunan (yoy). Dari total DPK tersebut, BSI berhasil mendapatkan dana murah (CASA) sebesar Rp 199 triliun atau bertumbuh 6,11%.
Performa yang juga layak diapresiasi adalah peroleh laba bersih sebesar Rp 4,82 triliun atau meningkat 7,72% per Agustus.
Baca Juga
Ekspansi KPR BSI Tembus Rp 1 Triliun Per Bulan, Gen Z dan Minenial Jadi Target Utama
Anggoro juga membeberkan keberhasilan BSI dalam digitalisasi. Super apps Byond telah menggaet 8,79 juta user atau melonjak 14% sejak awal tahun. Didukung oleh 5.777 jaringan ATM, EDC BSI sudah digunakan oleh 23.602 merchant dan aplikasi QRIS di 513 ribu merchant.
Saat ini, kata Anggoro, basis nasabah BSI mencapai 22,46 juta, termasuk nasabah prioritas sebanyak 73 ribu. BSI didukung jaringan kantor cabang sebanyak 1.030 unit dan 125 ribu agen yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.
Lebih lanjut Anggoro menyebutkan bahwa BSI mendorong layanan emas, seperti cicil dan gadai emas yang sangat diminati nasabah karena tren harga emas yang terus meningkat. Emas terbukti menjadi instrumen yang menarik karena sangat menguntungkan.
Tentang penempatan likuiditas dari pemerintah, BSI mendapatkan bagian dana negara sebesar Rp 10 triliun dari Rp 200 triliun yang dipindahkan pemerintah dari Bank Indonesia.Anggoro mengatakan, tambahan dana tersebut diyakini akan memperkuat financing to deposit ratio perbankan. Pihaknya juga berkomitmen akan menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, utamanya pada sektor riil.
Dengan dukungan sumber daya manusia profesional dan sistem teknologi informasi yang andal, BSI telah meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain Best Shariah Custodian Bank in Indonesia 2023 dan Best Islamic Custody Bank 2024 dari Alpha Southeast Asia.
Baca Juga
BSI Dorong Investasi Aman dan Terjangkau Lewat Layanan Emas Digital

