Begini Upaya OJK Dongkrak Pertumbuhan Kredit UMKM yang Melambat Jadi 1,35% per Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di tengah perlambatan pertumbuhan kredit. Penguatan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses keuangan bagi kelompok menengah bawah menjadi fokus utama.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, hingga Agustus 2025 pihaknya mencatat penyaluran kredit ke UMKM tumbuh 1,35% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah ketimbang Juli 2025 yang tumbuh 1,82% (yoy).
“Apa yang kita lihat di kelompok menengah ke bawah yang memang harus kita perkuat lagi pertumbuhan secara menyeluruh untuk kontribusi ekonomi mereka. Tapi juga dengan sendirinya perbaikan kepada akses keuangan,” ujarnya, ditemui media usai Rakornas TPAKD 2025, di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Baca Juga
Menurut Mahendra, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan kebijakan untuk memperluas akses keuangan melalui program penghapusan buku atau penghapusan tagih bagi pembiayaan UMKM yang tidak dapat dilanjutkan. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih perlu dioptimalkan.
“Karena apa yang tercapai sampai sejauh ini masih besar sekali dibandingkan target yang diharapkan. Jadi kami sampaikan tadi kepada Pak Menko Perekonomian dan kami sudah sampaikan kepada Pak Menteri Keuangan supaya kebijakan itu bisa diperkuat dan bisa dilanjutkan,” katanya.
Mahendra menyebut, OJK telah menerbitkan aturan khusus mengenai pembiayaan UMKM melalui Peraturan OJK (POJK) 19 Tahun 2025. Regulasi itu menjadi dasar penguatan kapasitas lembaga keuangan, baik bank maupun non bank, dalam menyalurkan pembiayaan yang lebih inklusif.
Baca Juga
Gelar Rakornas TPAKD 2025, OJK Perkuat Sinergi Daerah Dorong Akses Keuangan Merata
Selain memperkuat lembaga pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM juga menjadi fokus utama OJK agar mereka dapat lebih siap menerima pembiayaan dan mengelola kewajibannya secara berkelanjutan.
“Jadi kapasitas dari lembaga pembiayaannya sebagai intermediary ditingkatkan tapi juga kemampuan kapasitas dari UMKM-nya juga diperkuat,” ucap Mahendra.
“Dan juga kita optimis dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik ke depan, termasuk atau justru utamanya di kelompok menengah ke bawah, maka dengan sendirinya geliat pertumbuhan di kelompok itu menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” sambung dia.

