Bank Mandiri (BMRI) Catat Pertumbuhan Kredit 8,99%, DPK Melambat per Oktober
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 8,99% secara year on year per Oktober 2023.
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria mengatakan, total penyaluran kredit secara konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp 1.315,9 triliun di Kuartal III-2023. Dari jumlah tersebut porsi portofolio kredit berkelanjutan sebesar 24,9%.
‘’Kredit Bank Mandiri mengalami pertumbuhan 12,71% year on year. Menunjukan fungsi intermediasi Bank Mandiri positif, sehingga berdampak baik pada kinerja Perseroan,’’ papar Eka Fitria dalam Media Gathering Bank Mandiri Economic Outlook 2023 yang digelar secara daring, Selasa (19/12/2023).
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Penyebab Penurunan Simpanan Nasabah
Sedangkan pada sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mengalami perlambatan, sebesar 3,43% per Oktober 2023. Diakui pertumbuhan DPK masih di bawah pertumbuhan kredit, disebabkan adanya utilisasi dana untuk konsumsi atau investasi yang tetap tumbuh walaupun lebih rendah.
Eka mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan masalah berarti mengingat LDR (loan to deposit ratio) atau rasio pinjaman terhadap simpanan tetap terjaga dikisaran 84%.
Di sisi lain, laba dari Bank Mandiri juga mengalami peningkatan sebesar 27,4% year on year, yaitu sebesar Rp 39,1 triliun. “Pertumbuhan merupakan buah strategi Bank Mandiri yang fokus pada ekosistem baik dari sistem pembiayaan maupun pendanaan,”jelas Eka.
Baca Juga
Ekosistem ini, diungkapkan juga sejalan dengan strategi Bank Mandiri untuk terus mengoptimalisasi digitalisasi, baik dari retail maupun wholesale, seperti Livin.
Hingga kini, aplikasi Livin milik Bank Mandiri telah mampu menghimpun 21 juta pengguna aktif. Sedangkan, aplikasi Kopra yaitu Wholesale Digital Super Platform dari Bank Mandiri telah berhasil mengelola Rp 13.951 triliun transaksi dari 158 ribu nasabah.
“Kehadiran Livin dan Kopra tentunya turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama dana murah (kasa) yang signifikan. Disinilah kita melihat bahwa transformasi digital telah berhasil berkontribusi terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik,” tutur Eka.

