BJB Tertarik Tampung Pemindahan Dana Pemerintah, Bank Swasta Belum
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan beberapa bank pembangunan daerah (BPD) tertarik untuk menampung dana pemerintah. Selain Bank Jakarta dan Jatim, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) tertarik untuk menampung dana pemerintah.
“Bank Jatim kemarin sudah ngomong ke Pak Menteri (Keuangan), Bank Jakarta juga, bahkan saya, kalau nggak salah, saya dengar-dengar Bank BJB juga tertarik,” kata Febrio, saat taklimat media, di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Meski demikian, Febrio menjelaskan permintaan itu masih akan dikaji. Kemenkeu ingin melihat pengelolaan penempatan tersebut bagian dari pengelolaan kas.
“Teman-teman itu (BPD) ingin menyalurkan karena (bunganya) murah. Ini bukan masalah likuiditas,” ujar dia.
Baca Juga
Bank BJB Serahkan Kunci Rumah Subsidi ke 1.080 Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menyuntik triliunan rupiah ke bank daerah. Rencana tersebut disampaikan Purbaya saat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Jakarta kan punya Bank Jakarta. Saya taruh di himbara yang Rp 200 triliun, bagaimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun (untuk) ke Bank Jakarta?” tanya Purbaya, saat di balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Purbaya sempat khawatir mengenai penyerapan suntikan dana tersebut. Tetapi, Pramono optimistis dengan suntikan dana tersebut dapat disalurkan.
“Kata Pak Gubernur, bisa. Jadi, nanti kita akan implementasikan strategi yang sama untuk Bank Jakarta,” ujar dia.
Baca Juga
Bank BJB (BJBR) Buka Suara Soal Pimpinan Divisi Jadi Tersangka Korupsi Sritex
Selain Bank Jakarta, Purbaya berencana juga menyuntik bank milik pemerintah provinsi Jawa Timur, Bank Jatim. Jumlah suntikan dana pemerintah ke bank-bank daerah tersebut masih dalam hitungan pemerintah.
“Kalau Rp 10 triliun, Rp 20 triliun saja, bisa kali ya untuk menyerap. Nanti itu akan menyebar ke UMKM dan industri lain di Jakarta maupun tempat lain,” ucap dia.

