Usai BI Rate Turun, JISDOR Catat Pelemahan Rupiah ke Rp 16.430
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,75%. BI menjelaskan penurunan BI rate ini karena melihat perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), China, Uni Eropa, dan juga Jepang.
Selain itu BI juga mempertimbangkan penurunan Fed Fund Rate (FFR) dengan probabilitas lebih dari 90%. BI juga mempertimbangkan indeks mata uang dolar AS (DXY) yang cenderung menurun dan melemah.
Sementara itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat posisi rupiah di Rp 16.430 per US$. Posisi rupiah melemah -45 poin atau terdepresiasi 0,27%.
Baca Juga
Jelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.414 per US$
Menurut pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah sejalan dengan menguatnya DXY. Selain itu, terjadi respons terjai karena pasat tak menduga BI akan kembali memangkas BI Rate.
“BI telah melakukan pemangkasan suku bunga sejak awal tahun. Suku bunga dipangkas masing-masing 25 bps pada Januari, Mei, Juli, dan Agustus dari posisi 6% pada Desember 2024 menjadi 5% pada posisi terakhirnya,” ujar Ibrahim, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga
Rupiah Ditutup Menguat 0,12% Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Dengan kondisi ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan diperdagangkan fluktuatif pada besok, Kamis (18/9/2025).
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.390 - Rp 16.440 per US$” kata dia.

