Tumbuh 12,9%, BCA Optimistis Terus Salurkan Kredit di Berbagai Segmen dan Sektor Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melaporkan pertumbuhan kredit di seluruh segmen, mulai dari UKM, korporasi, hingga kredit konsumer di tengah ekonomi yang moderat. Per Juni 2025, total kredit BCA tumbuh sebesar 12,9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 959 triliun.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengungkapkan, hal tersebut selaras dengan komitmen BCA untuk turut mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Menurut John, kualitas pinjaman BCA terjaga solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) 5,7% pada semester I 2025, membaik dari 6,4% pada tahun
sebelumnya.
"Rasio non performing loan (NPL) terkelola di level 2,2%. Pencadangan NPL dan LAR memadai, masing-masing 167,2% dan 68,7%," ujar John dalam acara Public Expose Live 2025, Kamis (11/9/2025).
John menjelaskan, BCA optimistis untuk terus menyalurkan kredit di berbagai segmen dan sektor ekonomi, dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian. Dikatakan John, kredit untuk bisnis menunjukkan pertumbuhan yang positif, baik di segmen korporasi maupun UMKM.
"Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumer ditopang oleh pelaksanaan BCA Expoversary 2025 pada Februari lalu. Melihat antusiasme nasabah tersebut, kami kembali menyelenggarakan BCA Expo 2025 di 7 kota besar, pada periode Agustus hingga September 2025," ungkap John.
Lebih lanjut, John menyebut, kinerja perbankan transaksi terus membukukan pertumbuhan yang berkesinambungan, selaras dengan BCA yang konsisten mengembangkan beragam customer touch points dalam melayani kebutuhan nasabah di berbagai segmen. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 5,7% yoy menjadi Rp 1.190 triliun per Juni 2025, dengan komponen dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 7,3% yoy seiring dengan pertumbuhan frekuensi transaksi.
Kemudian, total frekuensi transaksi yang diproses BCA naik 17% yoy pada semester I 2025, tumbuh 3,5 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Kenaikan tersebut ditopang oleh transaksi mobile dan internet banking yang naik 19% yoy.
"Selaras dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan yang solid, BCA dan entitas anak membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 8% yoy menjadi Rp 29 triliun pada semester I tahun 2025," jelas John.
Di sisi lain, John membeberkan bahwa BCA juga menegaskan komitmennya terhadap implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG). Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan meningkat signifikan, yakni tumbuh 21,1% yoy menjadi Rp 239,7 triliun pada Juni 2025, atau sekitar 24,9% dari total portofolio pembiayaan.
"Melalui program Bakti BCA, perseroan juga berkomitmen menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui berbagai inisiatif yang inklusif,” pungkas John.

