Dorong Penyaluran ke Berbagai Sektor, BCA Optimistis Kredit Tumbuh 10%
JAKARTA, investortrust.id - Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F Haryn optimistis, BCA dapat membukukan pertumbuhan kredit hingga dua digit di tahun ini, seiring dengan upaya dalam mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor.
“BCA menargetkan pertumbuhan total kredit di tahun 2024 dapat mencapai 9-10%,” ujarnya, menjawab pertanyaan investortrust.id, Jumat (12/7/2024).
Menurut Hera, pihaknya senantiasa mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor, serta memperkuat platform transaksi perbankan guna memperkokoh pendanaan.
Hingga kuartal I 2024, bank berkode saham BBCA beserta entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp 12,9 triliun atau tumbuh 11,7% secara tahunan. Naiknya laba bank ini, salah satunya ditopang oleh kredit yang tumbuh 17,1% menjadi Rp 835,7 triliun.
Baca Juga
Buruan Daftar! Beasiswa BCA Tahun Ajaran 2025 Tinggal 2 Bulan Lagi
Dikatakan Hera, kontributor terbesar dari kredit BCA berasal dari sektor jasa keuangan dan pertambangan non migas. Namun, ia tidak merinci berapa persentase kontribusi masing-masing sektor tersebut.
“Ke depan, BCA akan senantiasa mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian sesuai dinamika makro ekonomi domestik maupun global,” katanya.
Selain kredit, dana pihak ketiga pihaknya, lanjut Hera, juga tumbuh 7,9% secara tahunan menjadi Rp 1.121 triliun di kuartal I 2024. Rasio dana murah atau current account saving account (CASA) menggenggam pangsa 81% dari total DPK.
”Kami memproyeksikan DPK dan total pendanaan BCA tumbuh positif sepanjang 2024, selaras dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang positif,” ucapnya.
Baca Juga
Buah dari Kerjasama Solid di Internal, BCA Sabet Best Bank Awards 2024
Sejalan dengan tumbuhnya sejumlah pos keuangan, kualitas pinjaman juga diklaim terkendali. Dengan rasio loan at risk (LAR) berada di level 6,6% di kuartal I tahun ini, turun dibandingkan periode yang sama 2023 yaitu 9,8%. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga terjaga di angka 1,9% per Maret 2024.
BCA, sambung Hera, juga menjaga pencadangan melalui cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang memadai, dengan NPL coverage sebesar 220,3% dan LAR coverage 71,9%
“Biaya pencadangan akan senantiasa kami kaji sejalan dengan perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

