OJK: Prospek Bisnis Unit Link Membaik Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono memprediksi, kinerja unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) akan membaik di tahun ini, seiring dengan upaya penguatan yang dilakukan pada industri perasuransian.
Menurut dia, penguatan industri asuransi juga terus dilakukan oleh pihaknya, khususnya dalam hal penguatan kapasitas, perlindungan konsumen, transformasi tata kelola, dan manajemen risiko. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada industri asuransi.
“Kami memperkirakan bahwa penguatan-penguatan yang dimaksud dapat mendorong pertumbuhan premi atas produk PAYDI di tahun 2024,” ujar Ogi, dalam jawaban tertulisnya, Rabu (3/4/2024).
Optimistis tersebut, lanjutnya, yakin bisa tercapai didukung oleh ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih tumbuh relatif cukup baik di kisaran 5%. Meskipun kondisi perekonomian global di tahun ini banyak yang memperkirakan masih akan berada dalam posisi yang lemah.
Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, premi yang diperoleh dari produk unit link di 2023 mencapai RP 85,33 triliun atau menurun 22,6% dibanding 2022 yaitu Rp 110,23 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengungkapkan, penurunan ini salah satunya merupakan dampak dari penerapan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang PAYDI.
Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa volume premi yang dicatatkan dari produk unit link tidak bisa dibilang kecil. Oleh karena itu, secara langsung maupun tidak, ini menandakan jika unit link masih mempunyai daya tarik di masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa memang masih ada masyarakat Indonesia yang kebutuhan berasuransinya itu dijawab dengan lebih pas oleh produk unit link, karena sekaligus proteksi dan investasi,” terang Budi.
