Likuiditas Terjaga, Bank Danamon Pastikan Tak Ada Masalah Pendanaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menyatakan kondisi likuiditas perbankan nasional tetap terjaga dengan baik hingga pertengahan 2025. Hal ini didukung oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang dinilai berhasil menjaga kelancaran likuiditas pasar.
“Secara industri perbankan kondisi likuiditas tetap baik. Saya harus memberikan pujian kepada Bank Indonesia yang menjaga likuiditas di pasar cukup likuid. Jadi kami melihat nggak ada masalah secara industri,” ujar Vice President Director Bank Danamon Honggo Widjojo Kangmasto, dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Danamon, secara virtual, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, meskipun terdapat persaingan antar bank dalam memperoleh dana pihak ketiga (DPK), Bank Danamon tetap mampu menjaga stabilitas likuiditas dengan menerapkan berbagai strategi.
Baca Juga
Bank Danamon (BDMN) Catat Kenaikan Laba 12% Jadi Rp 1,6 Triliun di Semester I 2025
“Memang ada persaingan dalam mendapatkan dana. Dengan adanya persaingan itu maka suku bunga deposito itu juga lumayan relatif bersaing antar bank. Sehingga tentunya kita menggunakan beberapa strategi,” kata Honggo.
Selain melalui penyesuaian pricing, lanjut dia, Bank Danamon juga mengandalkan strategi promosi untuk mempertahankan nasabah loyal, sekaligus juga menarik porsi dana dari nasabah baru. “Jadi secara singkat, kami melihat tidak ada masalah di paruh pertama tahun 2025. Walaupun persaingan tetap ada,” ucap Honggo.
Baca Juga
Bank Danamon (BDMN) Raup Laba Bersih Rp 757 Miliar di Kuartal I 2025
Masih terkait pendanaan, ia juga menegaskan bahwa saat ini Bank Danamon belum memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi global (global bond), meskipun BI telah membuka ruang bagi offshore borrowing.
“Karena Bank Danamon dimiliki oleh MUFG, kami belum melihat kebutuhan itu saat ini. Dan kami juga mendapat back up penuh dari parents company kami MUFG jika kita ingin mendapatkan dana-dana dari luar,” ujar Honggo.

