PT China Taiping Insurance Indonesia Mampu Cetak Kenaikan Laba 62,51%
JAKARTA, Investortrust.id -- PT China Taiping Insurance Indonesia, perusahaan joint venture asuransi umum yang merupakan tentakel dari China Taiping Insurance Group Co Ltd yang berbasis di China ini memiliki kinerja apik di kategori asuransi umum beraset Rp 2 triliun – Rp 5 triliun.
Tercatat laba yang berhasil dirangkum pada tahun buku 2024 sebesar Rp 69,57 miliar. Angka tersebut mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 62,51% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun 2023 yang sebesar Rp 42,81 miliar.
Perolehan laba ini ditopang oleh perolehan hasil underwriting pada tahun 2024 yang sebesar Rp 191,43 miliar, yang naik tipis sebesar 5,07% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 182,20 miliar.
Perolehan laba juga ikut ditopang oleh hasil investasi yang relatif apik, sebesar 20,25%, menjadi Rp 587,66 miliar pada tahun 2024, dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 488,72 miliar.
Baca Juga
AAUI Beberkan Penyebab Hasil Investasi Asuransi Umum Tumbuh Negatif 2,3% di Kuartal I 2025
Kedua komponen penunjang pendapatan perusahaan ini mampu mengkonversi pendapatan premi perusahaan yang justru mengkerut di tahun 2024. Pada tahun 2024 pendapatan premi perusahaan turun 21,76% dari tahun 2023 ke tahun 2024. Pendapatan premi perusahaan di tahun lalu tercatat hanya Rp 846,6 miliar, jika dibandingkan tahun 2023 yang masih bisa di-generate di angka Rp 1,08 triliun.
Namun sejatinya jika dilihat secara neto, pendapatan premi neto PT China Taiping Insurance Indonesia masih tumbuh positif sebesar 38,77% pada tahun 2024. Pendapatan premi neto perusahaan di tahun lalu tercatat sebesar Rp 299,03 miliar, naik dari tahun 2023 yang sebesar Rp 215,53 miliar.
Berdasarkan kinerja apik tersebut, tak salah jika para dewan juri ajang Investortrust Best Insurance Award 2025 memasukan PT China Taiping Insurance Indonesia ke dalam kelompok nominasi perusahaan asuransi umum terbaik di tahun ini.

