OJK Dukung Keterlibatan Aktif Bank Swasta dalam Program 3 Juta Rumah
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuagan (OJK) mendukung keterlibatan aktif bank-bank swasta dalam mendukung program-program prioritas pemerintah. Termasuk Program 3 Juta Rumah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah (MBR).
Meski begitu, OJK menegaskan bahwa dalam realisasi pembiayaan perumahan, aspek keberlanjutan program prioritas pemerintah tetap menjadi pertimbangan utama.
Sehubungan dengan hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, pemberian kredit harus tetap dilakukan berdasarkan profil risiko (risk appetite) dan prinsip kehati-hatian yang menjadi pedoman utama setiap bank.
"OJK mengingatkan bahwa seluruh aktivitas pembiayaan bank menggunakan dana simpanan masyarakat," ujar Dian dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Mei 2025, Kamis (12/6/2025).
Oleh karena itu, kata Dian, penyaluran kredit, termasuk untuk sektor perumahan, harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab. Selanjutnya berbagai kebijakan telah dikeluarkan OJK untuk mendukung program ini.
Secara rinci, berbagai kebijakan itu antara lain mengenai potensi pengenaan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang lebih rendah baik bagi debitur maupun pengembang, penetapan kualitas aset yang dapat hanya didasari atas ketetapan pembayaran, serta telah menghapuskan larangan pemberian kredit kepada pengembang untuk pengadaan atau pengolahan tanah.
Sebelumnya diberitakan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terkait dukungan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2025 di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
"BCA adalah bank dengan aset Rp 1.400 triliun, bank swasta terbesar di Indonesia. Kalau ini dia mulai dengan 1.000 (rumah), dia yakin bahwa ini adalah bagus buat negara dan rakyat,'' kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Ara turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja beserta jajarannya karena menjadi bank swasta pertama yang menyalurkan KPR subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di sisi lain, Ara berencana mengajak bank swasta selain BCA, yaitu PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) untuk ikut menyalurkan KPR subsidi.

