Inilah 6 Buku Panduan Climate Risk Management & Scenario Analysis bagi Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - Panduan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) bagi Perbankan diluncurkan, Senin (04/03/2024). Panduan CRMS ini
terdiri atas enam buku.
"Kami telah menyusun Panduan CRMS yang terdiri atas enam buku. Keenam buku dalam Panduan CRMS ini merupakan satu kesatuan yang saling mendukung, dan tentu dalam penyusunannya, telah juga memperhatikan common practice dan standar internasional yang telah disesuaikan dengan konteks Indonesia," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, di Jakarta, Senin 4 Maret 2024.
Baca Juga
OJK Luncurkan Panduan Climate Risk Management & Scenario Analysis Perbankan
Living Document
Dian mengatakan, Buku 1 (Panduan Utama) menjelaskan prinsip-prinsip tentang pengelolaan risiko yang terkait iklim. Sementara lima buku lainnya merupakan panduan
yang mendukung implementasi CRMS, termasuk panduan teknis pelaksanaan stress test dampak risiko perubahan iklim terhadap kinerja perbankan.
"Tentunya panduan CRMS ini akan bersifat living document. Ini akan kami perbaharui secara berkala, sesuai dengan global policies direction, praktik terbaik di industri keuangan, dan tuntutan stakeholders," ujar Dian.
Baca Juga
OJK: Transaksi Bursa Karbon Capai Rp 31,36 Miliar hingga 16 Februari 2024
Dengan adanya standardisasi kerangka manajemen risiko iklim dari aspek kualitatif dan kuantitatif, penetapan skenario iklim yang seragam untuk Indonesia, kerangka metodologi pengukuran, dan dukungan sumber data dan referensi, maka Panduan CRMS diharapkan dapat membantu bank dalam mengembangkan climate risk management framework, untuk mengukur dampak iklim pada kinerja dan keberlanjutan bisnis bank.
"Sejalan dengan arah kebijakan global, beberapa negara di dunia telah menginisiasi penerapan manajemen risiko iklim pada sektor keuangannya, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Australia, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Negara-negara tersebut telah menerbitkan guidance untuk pengembangan climate risk management, serta telah melakukan stress test exercise kepada perbankan dan industri keuangan lainnya. Beberapa di antaranya bahkan telah memublikasikan hasil climate risk stress test," ucapnya.
Sementara itu, lanjut Dian, inisiasi pengembangan guidance terkait manajemen risiko iklim di Indonesia telah dimulai sejak 2023. Ini melalui penerbitan initial guidance secara terbatas, yang selanjutnya dikembangkan menjadi lebih komprehensif. Hal ini dituangkan dalam dokumen Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) 2024.

