Kala Digitalisasi Permudah Mudik Menyeberangi Laut
JAKARTA, investortrust.id – Momen Lebaran tahun ini terasa begitu spesial bagi pasangan pengantin baru, Wiwin (37) dan Nandang Habib (40). Bukan hanya karena ini adalah Lebaran pertama mereka sebagai suami istri, tetapi juga karena mereka menjalani perjalanan mudik yang penuh kesan menyeberangi lautan dengan kapal laut menuju kampung halaman sang suami di Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.
Wiwin, perempuan asal Tasikmalaya yang baru menikah empat bulan lalu, tampak bersemangat menikmati perjalanan mudik bersama suaminya yang berasal dari Makassar. Dari Pelabuhan Tanjung Priok, keduanya menaiki kapal menuju Pelabuhan Makassar, membawa serta harapan dan semangat baru menjalani hari raya di tengah keluarga besar. Dengan waktu tempuh sekitar 2 hari 11 jam dengan KM Nggapulu 128, Jakarta-Makassar mungkin tidak terasa lama bagi keduanya.
“Ini pertama kalinya saya ke Makassar untuk Lebaran disana. Rasanya deg-degan tapi juga bahagia,” ujar karyawan di Jakarta Barat tersebut kepada Investortrust melalui sambungan telepon, Selasa (8/4/2025).
Nandang pun menurut sang istri tampak tak kalah antusias. Bagi pria yang juga bekerja di Jakarta ini, pulang ke kampung halaman membawa istri untuk pertama kalinya adalah momen yang sangat ditunggu. “Rasanya tentu senang sekali, bisa berkumpul dengan keluarga besar, apalagi sudah lama enggak pulang,” katanya menirukan ucapan suami barunya tersebut.
Menariknya sebelum ke Makassar, mereka terlebih dahulu dari Jakarta menuju Tasikmalaya melalui Terminal Kalideres untuk berlebaran dengan sang ayah dan dua anaknya, serta ziarah ke makam ibu tercinta. Baru beberapa hari kemudian ia langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan bus umum.
Baca Juga
Super Apps BRImo Jamin Transaksi QRIS Makin Praktis Selama Libur Lebaran
Fitur Terbaru
Soal tiket, Wiwin mengaku cukup mudah untuk membelinya. Ia membelinya dari aplikasi BRImo. Seperti diketahui, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas layanan digitalnya dengan menghadirkan fitur terbaru dalam aplikasi BRImo, yaitu pemesanan tiket kapal.
Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk membeli tiket kapal dengan lebih mudah, aman, dan cepat langsung melalui BRImo, tanpa perlu antre atau datang ke loket. “Biasanya kan orang-orang harus antre panjang di pelabuhan. Tapi kami tidak perlu repot, karena beli tiketnya langsung dari aplikasi BRImo beberapa hari sebelum berangkat,” cerita Wiwin.
Kemudahan membeli tiket kapal lewat aplikasi BRImo menjadi penyelamat di tengah kepadatan arus mudik. Ia menjelaskan, cukup beberapa sentuhan di layar ponsel, tiket langsung didapat, tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di loket.
Alasan memilih kapal laut sebagai moda transportasi untuk mudik tak lain karena harganya yang lebih murah dibandingkan pesawat. Adapun harga tiket untuk kelas ekonomi untuk rute Tanjung Priok-Makassar dan sebaliknya ada di kisaran Rp 550.000-an per orang.
Berbekal e-ticket yang sudah tersimpan di ponsel, mereka bisa langsung menuju area check-in tanpa hambatan. “Tidak terlalu susah belinya, semua lancar. Jadi kita tidak terlalu buru-buru untuk ngantri,” kata perempuan kelahiran Mangkubumi, Tasikmalaya itu.
Sebelumnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama dengan BRI mensosialisasikan pembelian tiket kapal Pelni melalui aplikasi BRImo. Dengan bertambahnya saluran penjualan tiket secara digital diyakini semakin memudahkan pelanggan dalam memperoleh tiket kapal Pelni.
Adapun fitur pemesanan tiket kapal, melengkapi lebih dari 100 fitur unggulan di BRImo. Ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat ekosistem digital, khususnya di sektor layanan transportasi. Peluncuran fitur ini juga sejalan dengan strategi BRI dalam mendorong digitalisasi layanan keuangan dan transportasi di Indonesia.
"Kami memahami bahwa transportasi laut merupakan moda utama bagi banyak masyarakat Indonesia, khususnya menjelang periode mudik lebaran. Dengan adanya fitur pemesanan tiket kapal di BRImo, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses layanan transportasi laut dengan proses yang lebih efisien dan praktis tanpa harus antre di pelabuhan," ujar Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto dalam siaran pers, Sabtu (15/3/2025).
Sepanjang tahun 2024, BRImo mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah pengguna dan volume transaksi. Hingga akhir Desember 2024, jumlah pengguna BRImo mencapai 38,61 juta, meningkat 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total transaksi yang diprosesmelalui BRImo mencapai 4,34 miliar transaksi, tumbuh 40,54% year on year (YoY), dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,59 triliun atau meningkat 34,57% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga
Mudahkan Perjalanan Mudik Antarpulau, BRI Rilis Fitur Baru Pemesanan Tiket Kapal Lewat BRImo
Angkutan Lebaran
Direktur Utama Pelni Tri Andayani memproyeksi penumpang pada periode angkutan Lebaran 2025 mencapai 644.102 orang. "Apabila dibandingkan tahun lalu, naik 0,4% pada jumlah yang berbeda, karena tahun lalu jumlah kapal penumpang kami ada 26. Sedangkan tahun ini jumlah kapal penumpang ada 25, maka kalau dibandingkan apple to apple naiknnya kurang lebih 3,6%," kata Tri dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Tri Andayani mengungkapkan, Pelni telah menetapkan periode angkutan Lebaran 2025 pada 16 Maret-16 April 2025. Ia pun memproyeksi puncak arus mudik akan jatuh pada 26 Maret 2025, sedangkan arus balik adalah pada 7 April 2025.
Dia membeberkan, pada periode angkutan Lebaran kali ini, Pelni menyediakan 55 kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dengan 48.323 kursi dan 30 kapal perintis dengan 11.889 kursi. Masing-masing akan menyinggahi sebanyak 70 pelabuhan untuk kapal penumpang dan 230 pelabuhan bagi kapal perintis. "Sehingga ada 300 pelabuhan yang kita singgahi dari 55 kapal ini," sambungnya.
Pelni pun telah melakukan pemetaan proyeksi persebaran penumpang selama periode angkutan Lebaran 2025 ini. Sebaran penumpang di wilayah Indonesia bagian barat mencapai 31% atau 199.672 pax. Lalu di Indonesia bagian tengah menjadi yang tertinggi dengan 43% atau setara 276.964 pax. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur sebesar 26% atau 167.476 pax.
"Proyeksi pelabuhan keberangkatan terpadat adalah Makassar, Balikpapan, Ambon, Baubau dan Batam. Ruas-ruas yang padat Belawan-Batam, Batam-Belawan, Kumai-Semarang, kemudian Makassar-Baubau dan Balikpapan-Surabaya," tuturnya.

