Berburu Kilau Emas hingga Pesona Inovasi Emas Batangan di Ramadan
JAKARTA, investortrust.id – Antrean panjang tampak terlihat di outlet Galeri 24 seminggu jelang Ramadan meski harga emas lagi tinggi-tingginya. Tak salah, harga emas spot ternyata berhasil terbang lagi hingga menyentuh rekor tertinggi baru sepanjang sejarah pada Jumat (28/3/2025) yakni US$ 3.086 per troy ounce.
Harga sang logam mulia makin menguat di tengah meningkatnya kekhawatiran perang dagang menyusul tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Di sisi lain, peluncuran bullion bank atau bank emas juga terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi dalam bentuk emas. Pengembangan bisnis bank emas sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri, khususnya dalam sektor ekosistem emas.
Meski lagi tinggi harganya, hal itu tak menyurutkan Gading yang membeli suvenir lafadz emas dengan tasbih. Sebab Karyawati di wilayah Senen, Jakarta Pusat itu meyakini harga emas akan terus meningkat.
Baca Juga
Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Ia pun mengaku sudah lama berinvestasi emas dan selalu membelinya di Galeri 24. Galeri 24 merupakan anak usaha PT Pegadaian bagian dari grup PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Pegadaian mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir 2024.
Pegadaian melaksanakan kegiatan usaha bulion yang meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, maupun perdagangan emas. Adapun Galeri 24 bergerak di bidang penjualan emas ritel.
“Saya kesini tadi antar teman yang lagi beli suvenir Lebaran buat kantor. Tapi saya lihat ada tasbih tapi ada emasnya, jadi saya beli saja untuk koleksi pribadi dan harga emas juga akan terus naik,” ucapnya kepada Investortrust di outlet Galeri 24 Salemba, Jakarta, baru-baru ini.
Soal pembayaran, ia pun menggunakan metode Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) BRI. Kantornya menggunakan BRI untuk sistem penggajian karyawan (payroll).
Selain Tasbih Lebaran yang dijual dengan harga Rp 420.000 dan mengandung 0,1 gram emas, produk Gantungan Lebaran seharga Rp 350.000 dan baby gold juga banyak dicari masyarakat jelang Idulfitri.
THR Menggunakan Baby Gold
Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Galeri Dua Empat atau Galeri 24 Raafi Akbar Bastari mengatakan, Galeri 24 banyak dikunjungi masyarakat yang hendak membeli emas dalam gramasi kecil atau baby gold sebagai sebagai suvenir lebaran. Emas apalagi melambangkan kebahagiaan yang abadi seperti ungkapan Ramadan.
“Kebanyakan ibu-ibu yang membeli emas perhiasan seperti cincin dan gelang untuk dipakai saat Lebaran. Tapi ramai juga yang mengkonversi dari uang tunai untuk THR menjadi baby gold. Ada juga tasbih yang baru kita keluarkan dan itu limited barangnya,” tuturnya.
Selain pembelian individu, korporasi juga banyak yang membeli baby gold dalam jumlah besar sebagai hadiah atau bentuk apresiasi kepada pegawai. "Biasanya mereka mengambil ukuran 0,1 gram dan 0,5 gram untuk gift atau penghargaan," kata ia.
Selain untuk suvenir, Raafi mengatakan, peruntukan baby gold cukup beragam. Misalnya saja untuk investasi kecil-kecilan dan koleksi. Baby gold memiliki berbagai denominasi dari 0,001 hingga 0,5 gram. Untuk harganya Rp 11.000 sampai Rp 960.000-an. Meski kecil, emas ini memiliki kadar kemurnian 99,99% atau 24 karat, sama dengan batangan besar.
Baca Juga
Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Bitcoin Lagi-lagi Gagal Tiru Reli Sang Logam Mulia
Potensi Harga Emas
Soal prospek emas, Pengamat Emas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas masih punya peluang tinggi untuk naik. Hal itu dipicu kebijakan Donald Trump berupa pengenaan tarif impor 25% pada semua negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela pada 2 April 2025. Selain itu, masalah geopolitik di Timur Tengah yang sampai saat ini terus berkecamuk, juga membuat pasar sedikit gelisah.
“Prospek ke depan sampai semester I ini, emas bisa US$ 3.150 karena perang dagang, tensi geopolitik di Timur Tengah, dan tarif Trump ke Uni Eropa yang membuat otomotif dan komoditas goyah hingga ancaman resesi,” ujarnya kepada Investortrust, Jumat (28/3/2025).
Foto: Istimewa
Tak heran, jikalau emas memang makin menggoda karena kenaikannya sudah terjadi empat minggu berturut-turut. Harga emas yang terus naik menjadikannya sebagai aset investasi yang semakin diminati.
Apalagi, ketegangan geopolitik, inflasi yang masih tinggi, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia mendorong pamor emas sebagai aset safe haven. Safe haven adalah jenis aset investasi yang nilainya tetap stabil di saat ekonomi dunia mengalami krisis.

