Digital Banking Awards Kembali Digelar, Ada Award untuk CEO Terbaik
JAKARTA, investortrust.id -- Intellectual Business Community (IBC) bersama Investortrust.id tahun ini kembali menggelar Digital Banking Awards (DBA). DBA 2025 merupakan event keempat, setelah pertama kali digelar pada tahun 2022. Selain memberikn penghargaan kepada bank-bank terbaik, DBA 2025 yang mengusung tema "Leadership Matters" ini juga menganugerahkan awards untuk para CEO bank terbaik dalam digitalisasi.
Kriteria penilaian yang ditetapkan oleh Dewan Juri untuk bank terbaik mengacu pada enam (6) dimensi utama kematangan digital serta sub-sub dimensi (21 sub-dimensi) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Keenam dimensi tersebut adalah dimensi data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, tatanan institusi, dan customer.
Penghargaan terbagi ke dalam tujuh kelompok bank, yakni kelompok KBMI (Kelompok Bank Modal Inti) 4, KBMI 3, KBMI 2, KBMI 1, kelompok bank digital murni, kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan kelompok bank syariah.
Ketua Dewan Juri DBA 2025 Dr dr Bayu Prawira Hie menyatakan, di tengah kemajuan pesat artificial intelligence (AI) dan teknologi digital, peran kepemimpinan menjadi semakin penting dalam memastikan bahwa inovasi tidak hanya diterapkan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi nasabah, industri, dan perekonomian secara keseluruhan.
“Oleh karena itu, Digital Banking Awards 2025 mengangkat tema ‘Leadership Matters’, menegaskan bahwa transformasi digital yang sukses bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang visi, strategi, dan keberanian seorang pemimpin dalam mengarahkan perubahan, serta tanggung jawab sosial yang menyertainya,” kata Bayu yang juga Direktur Eksekutif Intelectual Business Community itu, Kamis (27/3/2025).
.
Tahun ini, kata Bayu, Intellectual Business Community (IBC) bersama Investortrust.id dengan bangga memperkenalkan penghargaan khusus bagi presiden direktur bank yang mendorong transformasi digital dan adopsi AI. Penghargaan layak diberikan kepada CEO bank yang berhasil membawa kemajuan digital yang lebih cepat pada bank yang dipimpinnya maupun berkontribusi pada pengembangan digital banking nasional. “Dengan ini kami menegaskan bahwa visi dan keberanian seorang pemimpin dapat mengubah lanskap industri,” ujarnya.
Selain itu, awards diberikan untuk mengapresiasi pemimpin yang tidak hanya memahami potensi AI dan digitalisasi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya secara efektif dalam operasional bank, meningkatkan efisiensi, keamanan, serta pengalaman nasabah.
“Kami berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi para pemimpin industri keuangan untuk terus berinovasi, mengadopsi AI secara bertanggung jawab, dan membawa perbankan Indonesia ke era yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” tutur Bayu.
Baca Juga
Perkembangan Digital Banking Masih Diselimuti Sejumlah Tantangan, Apa Saja?
Pentingnya Kepemimpinan
Dalam pandangan Bayu, kepemimpinan merupakan salah satu bagian dalam pilar Tatanan Institusi yang merupakan salah satu dari 6 pilar dalam penilaian kematangan digital bank yang merupakan faktor terpenting. Kepemimpinan yang visioner dalam era digital yang telah memasuki era artificial intelligence ini bukan hanya tentang mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan bahwa inovasi tersebut membawa manfaat nyata bagi nasabah dan perekonomian nasional, dengan tidak mengurangi kewajiban sosial dan kepatuhan terhadap etika dan regulasi.
Di tengah percepatan transformasi digital, peran kepemimpinan dalam industri perbankan semakin menjadi faktor penentu keberhasilan. Oleh karena itu, Digital Banking Awards 2025 mengusung tema ‘Leadership Matters’ sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemimpin yang berani mengambil langkah strategis dalam mempercepat inovasi perbankan digital.
“Dengan penghargaan ini, kami berharap semakin banyak bank yang berinovasi untuk menghadirkan layanan digital yang lebih luas, mudah diakses, dan aman bagi semua lapisan masyarakat, demi kemajuan negara kita," pungkas Bayu.
Baca Juga
Transaksi Digital Tumbuh 53,6%
Mengacu data Bank Indonesia, volume dan nilai transaksi digital banking akan tumbuh sebesar 53,6% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Menurut Bayu, hal itu mencerminkan bahwa pertumbuhan digital banking masih sangat pesat.
“Ini berarti digital banking makin besar peranannya dalam perekonomian nasional, oleh karenanya perlu didorong dengan pemberian penghargaan kepada bank yang terus maju dalam layanan digital banking-nya,” ucap Bayu.
Kemajuan layanan digital banking ini tidak lepas dari tata kelola dan keamanan yang lebih baik, serta kriteria-kriteria lain yang sesuai dengan arahan OJK dengan panduan kematangan digital bank (Digital Maturity of Banks) yang diuraikan dalam Blue-Print Transformasi Digital Perbankan Indonesia. “Kriteria inilah yang kami pakai untuk penilaian dalam Digital Banking Awards yang sudah kami laksanakan setiap tahun sejak tahun 2022,” kata dia.
Baca Juga
Tumbuh Pesat di 2024, Bank Digital Dituntut Lebih Adaptif di 2025

