BBRI Catat Pemulihan Laba Bersih, Februari Melesat 42%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan pemulihan keuangan yang signifikan pada Februari 2025. Laba bersih secara bank only tercatat Rp 4,6 triliun, naik 42% secara year on year (yoy) dan melesat 129% secara month on month (MoM) dibandingkan Januari 2025.
Lead Investment Analyst Stockbit Edi Chandren mengungkapkan, pemulihan ini sejalan dengan mulai normalnya cost of credit (CoC) serta perbaikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).
“Mulai ternormalisasinya CoC menjadi pendorong utama pemulihan laba bersih bank only pada Februari 2025, sejalan dengan guidance manajemen yang diberikan pasca rilis kinerja bank only pada Januari 2025,” ujar Edi, dalam keterangannya, Senin (24/3/2025).
“Selain normalisasi CoC, pemulihan NIM menjadi aspek positif yang kami soroti. Sementara itu, lonjakan opex (operating expense) menjadi perhatian kami,” sambungnya.
Per Februari 2025, BRI mencatat CoC di level 3,28%, turun signifikan dari Januari yang mencapai 5,57% dan Februari 2024 di 6,72%. Penurunan ini sejalan dengan ternormalisasinya beban provisi menjadi Rp 3,3 triliun (-49% yoy, dan -41% mom). Namun, selama dua bulan pertama 2025, CoC masih berada di 4,42%, sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama 2024 yaitu 4,38%, bahkan berada di atas target tahunan manajemen yang berkisar 3-3,2%.
“Mulai ternormalisasinya CoC menjadi indikator awal yang baik bahwa front loading provision telah terlewati. Perkembangan kualitas aset masih akan menjadi fokus kami, termasuk dalam pembahasan earnings call di kuartal I 2025,” kata Edy.
Baca Juga
Selain CoC yang mulai terkendali, NIM bank only bank berkode saham BBRI ini juga naik ke level 6,39% pada Februari 2025 dibandingkan 6,15% pada Februari 2024. Peningkatan ini didorong oleh realisasi net interest income (NII) sebesar Rp 9,3 triliun atau tumbuh 3% (yoy) dan 4,7% (mom), serta turunnya beban bunga ke sebesar -8,7% (yoy) dan -4,78% (mom) menjadi Rp Rp 3,9 triliun akibat penurunan dana deposito sebesar 9,8% (yoy).
Meski begitu, selama dua bulan pertama tahun ini, NIM rata-rata masih di level 6,25% di bawah target manajemen yang memproyeksikan kisaran 7,3% hingga 7,7% hingga akhir 2025.
“Pada earnings kinerja Januari 2025, manajemen BRI mengekspektasikan pertumbuhan kredit dalam kondisi likuiditas akan mulai membaik pada 2025, sehingga dapat berdampak positif pada NIM,” ucap Edy.
Sementara itu, opex bank pelat merah ini melonjak signifikan. Opex tercatat sebesar Rp 4,3 triliun pada Februari 2025, tumbuh 111% (yoy) meskipun turun 9,6% dibandingkan Januari. Secara kumulatif, opex selama dua bulan awal di 2025 mencapai Rp 9,1 triliun, menungkat 37% (yoy).
“Kami menduga kenaikan biaya ini berpotensi berkaitan dengan faktor musiman pembayaran tunjangan hari raya (THR). Perbandingan opex yang lebih apple to apple dibandingkan tahun lalu akan terlihat pada realisasi kinerja selama kuartal pertama 2025,” ujar Edy.
Baca Juga
Borong Saham BRI (BBRI), Dirut Sunarso Cuan 8,81% dalam Tiga Hari

