Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Turun Jadi 71,2% di 2024, OJK Beberkan Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan rasio klaim asuransi kesehatan pada 2024 menjadi 71,2% dibandingkan dengan 97,5% pada tahun 2023. Penurunan ini terjadi seiring dengan upaya perusahaan asuransi dalam melakukan manajemen risiko yang lebih baik.
“Hal ini (penurunan rasio klaim) sebagai efek dari manajemen risiko dari perusahaan asuransi yang banyak melakukan repricing pada 2024, yang dengan bersamaan melakukan perbaikan tata kelola maupun penyesuaian fitur asuransi kesehatan yang banyak didominasi asuransi kesehatan yang bersifat as charged,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam jawaban tertulis, Kamis (13/3/2025).
Menurutnya, saat ini masih terjadi inflasi medis dengan kenaikan 10,1%. Bahkan, hal tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi umum pada 2024 yang hanya 3%, dan jika melihat tren global pada 2024 inflasi medis secara global ada di kisaran 6,5%.
Baca Juga
OJK Sebut Penerapan PSAK 117 Tak Berdampak Signifikan Terhadap Kinerja Asuransi
Oleh karena itu, lanjut Ogi, pihaknya berupaya untuk terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola serta proses underwriting yang lebih baik lagi pada industri asuransi agar dapat memberikan produk asuransi kesehatan terbaik bagi masyarakat.
“OJK berencana menerbitkan RSEOJK (Rancangan Surat Edaran OJK) Asuransi Kesehatan yang salah satunya mengatur mengenai adanya medical advisory board (MAB),” katanya.
Ogi mengatakan, peran MAB bagi perusahaan asuransi yang memasarkan produk asuransi kesehatan sangatlah penting. Sebab, MAB berperan sebagai penasihat bagi perusahaan asuransi dalam aspek medis, terutama dalam evaluasi klaim, underwriting, dan pengembangan produk.
“Mereka (MAB) membantu menilai klaim medis yang kompleks, mendeteksi potensi fraud, serta memberikan rekomendasi terkait risiko kesehatan calon tertanggung,” ucap Ogi.
Baca Juga
Di lain sisi, MAB menjalin kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan kualitas layanan bagi pemegang polis. Dengan keahlian dokter spesialis dan profesional medis lainnya, MAB membantu perusahaan asuransi menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan perlindungan nasabah.
“Apabila dijalankan dengan baik, MAB akan membantu perusahaan untuk efisiensi klaim kesehatan (dan apabila memungkinkan MAB tidak harus dimiliki per perusahaan, bisa bersifat sharing),” kata Ogi.

