Optimalkan Potensi Bisnis Emas, BSI Akan Fokus pada 2 Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Setelah resmi ditunjuk sebagai salah satu pengelola bisnis bank emas atau bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan terus mengoptimalkan potensi dari bisnis emas melalui optimalisasi ekosistem bank emas yang telah dimiliki perseroan saat ini.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, pihaknya akan fokus pada dua lini utama dalam bisnis bank emas, yakni penitipan emas dan perdagangan emas. Kedua hal tersebut akan dioptimalkan melalui tiga fokus layanan.
“Pertama, BSI Emas Digital, yaitu jual beli dan titip emas melalui BYOND by BSI,” ujarnya dalam acara buka bersama BSI dengan jurnalis media, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga
Optimalkan Kualitas Pelayanan Perbankan Syariah, BSI Jalin Kerja Sama dengan Sucofindo
Kedua, lanjut Anton, mendorong BSI Gold yakni berupa kemudahan membeli emas fisik secara tunai dan cicil dengan harga yang kompetitif.
Selanjutnya, pengembangan BSI ATM Emas untuk kemudahan cetak emas di pusat dan cabang BSI. Bahkan, BSI ATM Emas menjadi yang pertama di Indonesia yang dimiliki entitas yang menjalankan bisnis emas.
Baca Juga
Komit Dorong ESG, BSI Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik 'Ngebut' 266% di Januari 2025
Menurut Anton, hal tersebut tidak lepas dari jumlah nasabah BSI yang saat ini mencapai 21 juta, dengan sekitar 8 juta pengguna super apps BYOND. Operasional perseroan pun didukung oleh jaringan kantor cabang yang mencapai 1.130 outlet.
“Tak hanya itu, BSI diperkuat oleh lebih dari 600 tenaga profesional penaksir emas, dan juga ke depan akan memiliki sekitar 50 BSI ATM Emas,” kata Anton.
Terlepas dari itu, ia menyatakan bahwa investasi emas bisa menjadi solusi untuk kesiapan pelunasan haji yang masa tunggunya mulai dari 15 hingga 20 tahun. “Hal ini karena nilai emas terus naik tiap tahunnya,” ucap dia.

