Punya Potensi Besar, Bisnis Halal akan Jadi Fokus BSI di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Treasury & International Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Ari Rizaldi mengungkapkan, tahun 2025 akan menjadi momentum bagi pihaknya untuk terus mencatatkan pertumbuhan bisnis, salah satunya dengan fokus menggarap bisnis halal. Hal tersebut tidak lepas dari faktor uniqueness yang dimiliki oleh bank berkode saham BRIS ini.
“Salah satu peluang terbesar BSI ada di bisnis halal, ini yang perlu ditingkatkan dan diperdalam sebagai bentuk peran aktif dan positif BSI untuk pertumbuhan ekonomi di domestik bahkan global,” ujarnya, dalam acara Sharia Economic Outlook 2025 yang digelar BSI, di Jakarta, Senin (23/12/20254).
Sementara itu, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo optimistis, sektor keuangan dan industri halal di dalam negeri akan semakin berkembang serta berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, seiring dengan inovasi yang terus didorong oleh para pelaku industri keuangan syariah, beserta dukungan dari regulasi.
“Ekonomi dan keuangan syariah didorong untuk berperan secara lebih aktif, salah satunya melalui pengembangan industri halal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Baca Juga
Penguatan industri halal, dikatakan Banjaran, juga berpotensi mendorong pendapatan pajak dan penerimaan zakat yang krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain itu, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di lain sisi, meski ekonomi global masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian seperti tensi geopolitik yang tak kunjung reda, namun ekonomi domestik termasuk ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk melanjutkan tren pertumbuhan.
Menurut Banjaran, pada 2025, sektor keuangan syariah nasional diperkirakan akan tumbuh ke kisaran Rp 3.157,9 triliun hingga Rp 3.430, 9 triliun dari segi aset. Sedangkan, realisasi aset keuangan syariah pada September 2024 berada di angka Rp 2.744 triliun, tumbuh 11,9% secara year on year (yoy).
“BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi aktor utama yang mendorong gerak industri keuangan syariah dan perekonomian halal nasional pada tahun 2025,” kata Banjaran.
Baca Juga
Dorong Kelestarian Lingkungan, BSI Ajak Masyarakat Terapkan Wisata Berkelanjutan di Cikole Lembang
Pasalnya, sejak pertama kali berdiri, lanjut dia, BSI secara konsisten telah menjalankan lebih dari sekadar perannya sebagai bank syariah dengan fungsi intermediasi, tetapi juga menerapkan beyond banking. BSI, lanjut Banjaran, telah berperan aktif dalam menghubungkan serta mendorong ekosistem ekonomi halal nasional.
Dengan penguatan peran yang dilakukan, serta inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, BSI dapat semakin memperkuat perannya dalam menggerakkan sektor keuangan dan perekonomian nasional. “Peran ini semakin penting karena turbulensi ekonomi (global) itu masih membayangi,” ucap Banjaran.
Dikatakan Banjaran, salah satu potensi inovasi yang berpeluang dioptimalkan oleh BSI pada 2025 adalah bullion bank. Peluang ini semakin kuat terlebih usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK No.17 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion Bank.
POJK ini, lanjut Banjaran, membuka potensi pengembangan ekosistem bisnis emas ke depannya. Dengan peran BSI dalam menjalankan fungsi bullion bank, maka akan berkontribusi pada implementasi strategi hilirisasi pemerintah.

