Bagikan

Lewat Bengok Craft, Firman Setyaji Berdayakan Masyarakat Olah Eceng Gondok Jadi Aneka Kerajinan

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI sukses menggelar rangkaian acara BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang digelar bersamaan dengan BRI Microfinance Outlook 2025 di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

 
Mengusung tema “Broadening MSME's Global Outreach,” alias Memperluas Jangkauan Global UMKM, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 hadir selama empat hari, yakni mulai Kamis (30/1/2025) hingga Minggu (2/2/2025).
 
Tahun ini, sebanyak 1.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan yang berhasil terpilih dipamerkan dalam lima kategori utama, yaitu Home Decor & Craft (153 UMKM), Food & Beverage (358 UMKM), Accessories & Beauty (181 UMKM), Fashion & Wastra (273 UMKM), dan Healthcare & Wellness (35 UMKM).
 
Dari 1.000 UMKM unggulan di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 tersebut, salah satu yang menarik perhatian adalah terlihat dari UMKM asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yakni Bengok Craft di kategori Home Decor & Craft. Bengok Craft merupakan usaha kerakyatan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pengolahan eceng gondok menjadi aneka kerajinan.
 
Tanaman eceng gondok sering dianggap sebagai tanaman liar yang tidak memiliki manfaat. Namun, di tangan para perajin dari Bengok Craft, tanaman ini dapat diolah menjadi anyaman apik yang kemudian dijadikan bahan untuk berbagai aksesoris seperti sandal, tas, bahkan buku tulis. 
 
Seperti tagline-nya yaitu memanfaatkan limbah untuk menyelamatkan bumi, usaha ini telah berhasil menghasilkan produk-produk yang fungsional yang ramah lingkungan. Selain itu, dengan kerap melibatkan warga sekitar untuk mengolah tanaman ini menjadi kerajinan tangan, usaha ini telah membantu memperbaiki taraf hidup masyarakat dan petani eceng gondok di sekitar Rawa Pening. 
 
"Bengok Craft adalah usaha kerakyatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang mengolah eceng gondok jadi aneka kerajinan. Basis kami di daerah Rawa Pening. Kita mengolah tanaman yang enggak terpakai atau tanaman pengganggu. Terus kita jemur, baru kita olah jadi aneka home decor dan fesyen handycraft," ujar Founder Bengok Craft Firman Setyaji saat ditemui investortrust.id pada gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Kamis (30/1/2025).
 
Firman menjelaskan, Bengok Craft mulai dirintis sejak tahun 2019 dengan bermodalkan awal kurang dari Rp 5 juta. Selain itu, Firman mengatakan bahwa Bengok Craft juga dirintis bermodalkan angan, kemauan, dan keterampilan. 
 
"Dengan keuletan itu, kita puterin omzet yang didapat untuk stok produk, menambah perajin dan segala macam. Akhirnya kita capai perkembangan yang cukup signifikan," ungkap Firman.
Bengok Craft. Foto: Investortrust/Taufiq Al Hakim 
 
Lebih lanjut, Firman menyebut, berkat perkembangan yang cukup signifikan tersebut, omzet Bengok Craft mengalami kenaikan yang cukup lumayan. Di tahun pertamanya, omzet Bengok Craft mencapai Rp 130-an juta
 
"Tahun kedua diangka Rp 122 juta pas pandemi. Di tahun ketiga diangka Rp 228 juta. Tahun keempat Rp 360 juta. Tahun kelima agak turun diangka Rp 320 juta. Jadi dari modal kecil selama kita tekun, ulet dan kita inovatif itu akan ada jalannya dan lumayan menghasilkan," jelas Firman. 
 
Di sisi lain, meskipun belum ada kredit dari BRI, Firman membeberkan bahwa ia mengaku merasa sangat terbantu dengan berbagai dukungan yang diberikan oleh BRI, seperti Rumah BUMN, pelatihan, hingga event-event seperti BRI UMKM EXPO(RT).
 
"Terus kita pernah dapat CSR dari BRI Life dalam bentuk pengembangan rumah pemasaran di Bengok Craft. Kita dapat support alat partisi untuk event-event," kata Firman.
 
Seperti diketahui, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang resmi ditutup pada Minggu, 2 Februari 2025. Melalui inisiatif strategis ini, BRI terus berkomitmen untuk mendorong semakin banyak UMKM binaan yang naik kelas dan berhasil menjangkau pasar internasional. 
Bengok Craft. Foto: Investortrust/Taufiq Al Hakim 
 
Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut sukses dihadiri oleh lebih dari 69.000 pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp 40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.
 
Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama BRI mengungkapkan bahwa BRI terus berkomitmen dalam mendukung Asta Cita pemerintah, terutama dalam meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 1.354,64 triliun atau tumbuh 6,97% yoy dan seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif.
 
 “Penyaluran kredit BRI didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dibandingkan dengan total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp 1.110,37 triliun”, imbuh Sunarso.
 
Dukungan bagi industri kreatif dan mendorong kewirausahaan utamanya melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, serta berbagai inisiatif pemberdayaan untuk menumbuh kembangkan UMKM yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
“BRI akan fokus untuk menjaga stabilitas dan resiliensi kinerja, serta akan berkomitmen untuk mendukung ekonomi kerakyatan, utamanya melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, serta berbagai inisiatif pemberdayaan untuk menumbuhkembangkan UMKM menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Sunarso.
 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024