Tekanan Dolar AS Jadi Tantangan, Intip Prediksi Rupiah Senin Besok
JAKARTA, investortrust.id - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah diprediksi masih bergerak stabil dalam perdagangan spot valas Senin (10/2/2025) besok. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo memprediksi, tekanan dolar Amerika Serikat (AS) akan menjadi tantangan bagi pergerakan kurs rupiah.
"Secara historis, USD/IDR mencapai titik tertinggi sepanjang masa di 16.800 pada bulan Juni 1998," kata Sutopo kepada Investortrust, dikutip Minggu (9/2/2025).
Adapun untuk perdagangan pekan depan, Sutopo memprediksi pergrrakan nilai tukar rupiah akan dipengaruhi oleh data pekerjaan AS yang telah rilis pada Jumat (7/2/2025) lalu, waktu setempat.
"Rentang IDR untuk awal pekan (Senin) berkisar antara Rp 16.250 - 16.350 per dolar AS," katanya.
Baca Juga
Diketahui nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat dalam perdagangan hari Jumat (7/2/2025). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah menguat tipis 5 poin (0,03%) ke level Rp 16.325 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara dalam perdagangan spot pasar valas, Yahoo Finance merilis mata uang rupiah menguat signifikan 54 poin (0,33%) ke level Rp 16.270 per dolar AS. Adapun dalam penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance menunjukkan mata uang rupiah ditutup pada posisi Rp Rp 16.324 per dolar AS.
Baca Juga
Penciptaan lapangan kerja di AS pada Januari lebih rendah dari perkiraan, meskipun tingkat pengangguran sedikit turun dan upah pekerja naik tajam. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS melaporkan hal itu, Jumat (7/2/2025).
Payroll non pertanian (non farm payroll) meningkat sebesar 143.000 secara musiman, turun dari revisi naik 307.000 pada Desember dan di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 169.000. Tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 4%.

