OJK Catat Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 7,27% Jadi Rp 501,37 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan atau multifinance tumbuh 7,27%, dari Rp 467,39 triliun pada November 2023 menjadi Rp 501,37 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, secara virtual, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2024, Selasa (7/1/2025).
“Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 7,27% secara year on year (yoy) pada November 2024 menjadi Rp 501,37 triliun,” ujarnya.
Baca Juga
Namun, pertumbuhan positif tersebut tidak dibarengi dengan kualitas pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang juga ikut membaik. Meski masih berada di bawah batas minimum regulator yaitu 5%, tapi NPF di industri multifinance tercatat meningkat pada November 2024.
“Rasio NPF gross sebesar 2,71% pada November 2024, dibanding 2,54% pada periode yang sama tahun 2023. Sementara NPF net sebesar 0,81%, dibandingkan periode yang sama 2023 yaitu 0,72%,” kata Agusman.
Baca Juga
Siap-siap! Awal Tahun Pemerintah Lelang 8 Seri SUN untuk Pembiayaan APBN 2025
Jika melihat dua tahun ke belakang, tren NPF di industri perusahaan pembiayaan memang cenderung meningkat. Pada Desember 2022 misalnya, NPF gross dan nett secara industri masing-masing tercatat 2,23% dan 0,58%. Kemudian pada 2023 meningkat menjadi 2,44% dan 0,64% untuk NPF gross dan net.
“Sementara, gearing ratio perusahaan pembiayaan turun menjadi 2,30 kali per November 2024, di periode yang sama 2023 2,21%. Dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali,” ucap Agusman.
Meski gearing ratio menurun dibandingkan bulan sebelumnya, tapi trennya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya pada 2021, gearing ratio industri multifinance berada di level 1,98 kali, meningkat menjadi 2,07 kali pada 2022, dan 2,26 kali di 2023.

