Legislator PKS Minta Edukasi Pasar Modal di SD Dilakukan Bertahap
Reporter: Febrianto Adi Saputro
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi X DPR, Ledia Hanifa meminta edukasi pasar modal di sekolah dasar (SD) dilakukan secara bertahap. Hal ini disampaikan Ledia menanggapi usulan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang meminta edukasi pasar modal bisa diterapkan sejak di SD.
Anggota DPR dari Fraksi PKS itu mengatakan penguasaan kosakata siswa SD lebih penting sebelum menguasai literasi finansial. Dikatakan, rendahnya literasi baca tulis masih menjadi persoalan di Indonesia. Saat ini belum ada standar ukuran berapa kosakata yang harus dimiliki oleh anak Indonesia pada usia tertentu.
"Dengan menargetkan kosakata berarti kita akan lebih mudah untuk literasi baca tulis, karena literasi finansial itu jauh di atas literasi baca tulis," kata Ledia saat dihubungi investortrust.id, Senin (6/1/2025).
Ledia mengatakan tahapan pertama yang perlu dilakukan yakni dengan memastikan anak didik memperoleh literasi baca tulisnya dengan baik. Kemudian, penting juga untuk memastikan siswa memperoleh literasi numerik.
"Baru kemudian kita bicara tentang literasi finansial, literasi budaya dan terakhir literasi digital, jadi panjang perjalanannya," ungkapnya.
Untuk itu Ledia mengatakan, literasi baca tulis perlu lebih dimaksimalkan. Menurutnya, informasi yang diperoleh anak-anak melalui gawai justru berpotensi memberi dampak negatif jika tidak dibekali literasi baca tulis yang baik.
"Karena literasi kita rendah, kemampuan memahaminya juga jadi rendah, kemampuan menangkap informasi yang ada di gawai-gawai itu juga rendah karena itu sangat berbahaya, menurut saya kita perlu memaksimalkan literasi baca tulis kita, kemudian literasi numerik dan literasi finansial, secara bertahap, gradual sampai kemudian mereka memahami dengan baik," tuturnya.
Ia juga mengimbau agar pemerintah melakukan komunikasi di internal terkait edukasi pasar modal di tingkat SD tersebut.
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan agar edukasi pasar modal diterapkan mulai dari jenjang sekolah dasar (SD). Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berkecimpung di dunia pasar modal sejak dini.
"Sekarang saham ini sudah mulai diajarkan bukan di tingkat mahasiswa lagi bahkan di tingkat sekolah dasar, sehingga mereka menjadi getting familiar dengan bursa efek," kata Sri Mulyani dalam peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/1/2025) lalu.

