Bank Kakap Rilis Kinerja per November 2024, Laba BCA yang Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah bank kelas kakap telah melaporkan kinerja keuangannya menjelang penutupan tahun ini alias per November 2024. Keempat bank besar Tanah air yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menunjukkan performa yang gemilang dengan pertumbuhan laba (bank only) yang positif. Hal itu mencerminkan soliditas sektor perbankan nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Di mana, laba BCA hingga 11 bulan di 2024 masih yang paling besar jumlahnya. Bank swasta nasional terbesar di Indonesia itu unggul di atas tiga bank pelat merah. Berikut rinciannya:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Pendapatan bunga bersih: Rp70,2 triliun (+9,3% YoY)
Laba bersih: Rp 50,5 triliun (+14,3% YoY)
Ini didorong kinerja operasionalnya yang baik, di mana marjin bunga bersih naik 22 basis poin jadi 5,73%. Kredit juga tumbuh 15,5% YoY, melebihi target 2024 manajemen di kisaran 10-12%.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Pendapatan bunga bersih: Rp 100,88 triliun (+1,3% YoY)
Laba bersih: Rp 50 triliun (+3,96% YoY)
Kenaikan laba beberapa diantaranya ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun. Hingga November 2024, total kredit BRI tembus Rp 1.219,21 triliun, tumbuh 4,99% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.161,22 triliun. Sementara dari sisi DPK, tumbuh 6,95% dari Rp 1.296,54 triliun pada November 2023 menjadi Rp 1.386,71 triliun di periode yang sama tahun ini.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Pendapatan bunga bersih: Rp 68,5 triliun (+5,2% YoY)
Laba bersih: Rp 47,2 triliun (+4,7% YoY)
Kenaikan kinerja yang dicatat BMRI ditopang pertumbuhan kredit hingga 22,7% YoY, 2 kali lipat dari kenaikan industri yang hanya 10,8%. Dari sisi pendanaan pun juga positif, dana pihak ketiga (DPK) naik 14,7% YoY.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Pendapatan bunga bersih: Rp 35,6 triliun (-3,9% YoY)
Laba bersih: Rp 19,8 triliun (+4% YoY)
Pendapatan BBNI turun disebabkan oleh kenaikan beban bunga hingga 23,3% YoY. Namun, laba bersih masih bisa tumbuh karena pendapatan non bunga naik 14,8% YoY dan kredit naik +11% YoY.

