Tantangan Keuangan Syariah: Sosialisasi Minim hingga Kurangnya Kuantitas SDM
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rahmatina Awaliah Kasri mengatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengakselerasi pasar keuangan syariah di dalam negeri.
“Belum signifikannya diferensiasi model bisnis atau produk dari keuangan syariah. Produk masih relatif sama dengan keuangan konvensional, kalaupun ada beberapa produk yang baru dan unik di perbankan syariah, namun belum disosialisasikan dengan baik,” ujarnya, belum lama ini.
Baca Juga
Praktisi Sebut Perkembangan Ekonomi Syariah Nasional Didorong Sejumlah Hal Ini
Kemudian dari segi fokus, lanjut Rahmatina, para pelaku di industri syariah masih terlihat berfokus pada tujuan bisnis dan belum terlalu berfokus pada tujuan sosial yang lebih luas dan yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Tantangan lainnya, terkait indeks literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah di Indonesia.
Menurutnya, literasi keuangan saat ini masih berada di level 9,14%. Angka ini sendiri memang berdasarkan survei, namun ia berharap jika dilakukan sensus oleh Badan Pusat Statistik (BPS) akan muncul angka yang lebih akurat.
Baca Juga
AFPI Klaster Syariah Berbagi Kasih dengan Ratusan Anak Yatim
“Selanjutnya, kualitas dan kuantitas SDM (sumber daya manusia) yang belum memadai. Infrastruktur dan teknologi yang belum optimal. Permodalan dan skala usaha yang relatif kecil sehingga kurang kompetitif di industri, serta kemitraan dan kerja sama yang belum optimal,” jelas Rahmatina.

