Tak Cuma Kuantitas, AEI Harap Perusahaan yang IPO Juga Berkualitas
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Armand Wahyudi Hartono berharap, perusahaan-perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kualitas dan menawarkan volume free float yang layak, sehingga saham perusahaan likuid di bursa.
Sepanjang 2023, tercatat ada 79 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO). Hal ini disambut baik oleh Armand Hartono. Namun ia menekankan agar kualitas perusahaan harus dijaga.
Baca Juga
“Kita juga concern selain kuantitas itu kualitasnya. Kualitasnya memang akan diperbaiki, karena kalau tidak, nanti ada IPO perusahaan tertentu, tapi kalau tidak likuid ya buat apa? Salah satunya (komposisi saham) free float,” kata Armand Hartono usai acara The Best Stock Awards 2024, Kamis (25/1/2024).
Armand berharap perusahaan-perusahaan yang IPO sustainable, sehingga sahamnya benar-benar bisa diperdagangkan dan bisa mendatangkan manfaat bagi perusahaan tersebut, para shareholder, investor, dan stakeholder.
Kendati demikian, Armand menyadari bahwa ia tidak bisa memaksakan standar kualitas yang terlalu tinggi terhadap perusahaan-perusahaan yang ingin melantai di bursa. Namun AEI disebutnya selalu menjalin komunikasi dengan regulator guna memastikan regulasi itu tetap membangun hasrat orang untuk mau IPO.
“Karena kalau terlalu ketat juga susah. Misalnya Singapura itu pasarnya banyak yang berkualitas, tapi aktivitasnya juga kurang, karena aturannya juga lebih kaku. Jadi mesti balance,” terang Armand Hartono.
Ke depannya Armand berharap Indonesia sebagai negara banyak menghasilkan entrepreneur dan perusahaan-perusahaan yang memiliki manajemen kelas dunia. Karena menurutnya yang lebih penting pada akhirnya adalah kualitas perusahaannya.
“Mulai dasarnya itu, kalau memang kelas dunianya banyak, ya otomatis ketika nanti mereka IPO itu akan membantu benar-benar likuid tambah perusahaan yang di bursa dan you add quality for the ecosystem,” tandas Armand.

