Bagikan

Intip! Lini Usaha Asuransi Ini Diprediksi OJK akan Berkembang di 2025

JAKARTA, investortrust.id - Hingga kuartal ketiga 2024 industri asuransi, baik jiwa maupun umum mencatat kinerja positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi tren ini akan berlanjut di tahun depan, dengan sejumlah lini bisnis yang akan semakin berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, untuk industri asuransi umum akan terjadi pergeseran, di mana produk unit link sudah bukan menjadi penyumbang terbesar premi. 

“Bergeser ke urutan nomor dua (unit link). Yang pertama itu produk konvensional berbentuk endowment (produk tradisional) yang sekarang menjadi unggulan pertama,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2024, yang diadakan secara virtual, Jumat (1/11/2024). 

Baca Juga

OJK Beberkan Sejumlah Tantangan Industri Asuransi di 2025

Selain itu, ia memperkirakan lini asuransi kesehatan pada industri asuransi jiwa juga akan semakin bertumbuh positif, seiring dengan koreksi pada proyeksi bisnis yang terjadi selama ini. 

“Untuk asuransi umum itu segmen harta benda jadi kontributor utama, kemudian juga untuk kendaraan menjadi bagian yang terbesar juga. Sementara asuransi kredit juga setelah ada perbaikan itu bergeser ke kontribusi yang di bawahnya,” katanya. 

Baca Juga

Didorong Program Pensiun Wajib dan Sukarela, OJK Catat Aset Dapen Tembus Rp 1.500 Triliun di Kuartal III 2024

Untuk prospek kinerja asuransi secara keseluruhan, baik jiwa dan umum, serta komersial dan non komersial, OJK memperkirakan total aset hingga akhir tahun 2024 akan tumbuh mencapai 4,5% secara year on year (yoy). 

“Di tahun 2025 justru kita melihat ada peningkatan sebesar 6,7% (secara overall),” ucap Ogi. 

Jika dirinci, untuk industri asuransi jiwa akan terjadi peningkatan aset di kisaran 3% hingga 5% (yoy). Sementara untuk industri asuransi umum juga diperkirakan akan tumbuh pada level 6% sampai dengan 8% di tahun depan. 

“Pergeseran yang terjadi adalah pertumbuhan secara organik maupun non organik, yaitu intensifikasi terhadap produk-produk yang sudah ada maupun inovasi-inovasi produk untuk ekstensifikasi produk-produk asuransi di masa mendatang,” ujar Ogi. 

Selain itu, dikatakan dia, hal lain pendorong proyeksi tersebut yakni perbaikan-perbaikan dalam bisnis proses yang akan mengarah ke efisiensi dari industri perasuransian, dan penerapan risk management dan governance. Selain juga peningkatan ekuitas yang telah diatur dalam Peraturan OJK (POJK). 

“Penerapan IFRS (International Financial Reporting Standards) 17 atau PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 117 juga akan berdampak kepada peningkatan daripada cadangan teknis, yang tentunya akan berpengaruh terhadap aset dan juga laba dari perusahaan asuransi di 2025,” kata Ogi. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024