Kolaborasi dengan Finfra, Raksasa Bank Digital Tyme Group Siap Masuk Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Raksasa layanan perbankan digital Tyme Group berekspansi ke Indonesia lewat kerja sama dengan perusahaan rintisan (startup) penyedia solusi pembayaran Finfra.
Sebagai catatan, Tyme Group atau Tyme Pte Ltd adalah induk dari bank digital terbesar di Afrika Selatan, Tyme Bank. Indonesia merupakan negara ketiga setelah Singapura dan Filipina yang menjadi target ekspansi Tyme Group di kawasan Asia Tenggara.
Kabar mengenai rencana masuknya Tyme Group ke Indonesia melalui Finfra diketahui melalui keterangan resmi dari Finfra yang dirilis pada Selasa (29/10/2024). Selain mengumumkan kerja sama tersebut, Finfra juga mengumumkan rampungnya putaran pendanaan terbaru sebesar US$ 2,5 juta atau setara Rp 40 miliar.
Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Cento Ventures dan didukung oleh Accion Venture Lab, Z Venture Capital, Matiss Ansviesulis (pendiri Avafin), serta investor lainnya. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengembangkan kemampuan integrasi pinjaman digital yang memungkinkan platform nonkeuangan untuk menawarkan layanan kredit secara langsung melalui transaksi pelanggan.
Baca Juga
Mitra Keluarga (MIKA) Pertahankan Pertumbuhan Kinerja, Labanya Capai Rp 872,88 Miliar
Sebagai catatan, Finfra tercatat telah mengumpulkan total US$ 4,3 juta dan siap melanjutkan ekspansinya di Tanah Air.
Saat ini, Finfra menawarkan infrastruktur pinjaman berbasis antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API) yang memungkinkan integrasi kredit pada berbagai platform digital. Infrastruktur tersebut hadir dengan fitur manajemen pinjaman, skor kredit, analitik portofolio, dan akses ke modal utang.
"Kemampuan platform kami untuk menghubungkan kedua belah pihak bersifat transformatif,” kata CEO dan Co-Founder Finfra, Markus Prommik dalam siaran pers, Selasa (29/10).
Markus menjelaskan kerja sama dengan Tyme Group akan mendorong permintaan kredit lebih mudah diakses. Salah satu solusi efektif yang ditawarkan melalui kemitraan tersebut adalah pinjaman tertanam, platform digital mengintegrasikan produk kredit langsung ke transaksi nasabah.
Baca Juga
Tyme Group sebagai pemberi pinjaman dapat menggunakan Finfra untuk menyediakan pinjaman tertanam, seperti memenuhi kebutuhan kredit bisnis yang kurang terlayani dan mendorong akses keuangan yang lebih luas di Indonesia.
Adapun, alasan Tyme Group berekspansi ke Indonesia tidak terlepas dari jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 64 juta. Seperti diketahui, pelaku UMKM selama ini menjadi target utama bagi layanan kredit berbasis digital.
Selain jumlahnya yang terbilang besar, ketertarikan Tyme Group juga didorong oleh upaya pemerintah mempercepat transformasi digital, sebanyak 24 juta UMKM telah memanfaatkan layanan digital, dan angka ini ditargetkan meningkat menjadi 30 juta pada 2025.

