OJK Bakal Luncurkan Anti Scam Center Bulan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera meluncurkan Anti Scam Center (ASC) sebagai platform integrasi dalam penanganan kasus penipuan keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, platform yang nantinya akan diberi nama Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan (Pusaka) tersebut diharapkan dapat soft launching pada September 2024.
"Aku sih maunya bulan ini, moga-moga bulan ini ya soft launching-nya. Paling kita undang di kantor saja," ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut saat ditemui dalam acara Kegiatan Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) Tahun 2024 di Auditorium RRI Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Kiki menjelaskan, platform terintegrasi tersebut, saat ini sistemnya masih disiapkan.
"Kita sangat semangat nih yah, sistemnya lagi kita siapin. Sebenarnya kalau kita mau launching juga sudah bisa. Tapi kita nanti maunya soft launching dulu. Jadi soft launching, kita tidak mau menggembor-gembor, tapi kita mau coba dulu," katanya.
Lebih lanjut, Kiki pun mencontohkan manfaat dari kehadiran ASC ini nantinya ketika resmi diluncurkan. Di mana, berbagai kasus penipuan keuangan dapat dicegah.
"Jadi contohnya misal kemarin ada teman menelpon, ada karyawannya fraud gitu, melarikan uang perusahaan sekitar Rp 2 miliar gitu, coba kalau itu ada Anti Scam Center, pasti itu cepat sekali. Karena ini sekarang kan sudah dipindah-pindah dan setiap bank mesti di (approve) satu-satu. Nah, yang seperti ini kalau misalnya ada Anti Scam Center sudah di-launching, kemudian dilaporin dalam waktu dekat, yang seperti ini bisa kita cegah. Jadi pengembaliannya semakin besar," jelas Kiki.
Sebelumnya, diberitakan Investortrust, untuk memperkuat aspek perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan hingga mempercepat pemberantasan kegiatan keuangan ilegal, OJK akan soft launching ASC pada Agustus 2024.
"Soft launching dulu biar running well dan sesuai harapan kita, baru nanti akan big launching. Ke depannya harapannya bisa jadi preventif," ucap Kiki dalam media gathering bertajuk “Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Mendukung Pelindungan Konsumen dan Masyarakat” di Toba, Sumatera Utara, Jumat (9/8/2024).
Kiki menuturkan, layanan tersebut tidak hanya bertujuan untuk melacak dan menangkap pelaku penipuan, tapi juga menghindarkan korban dari kerugian yang lebih besar. Untuk itu, diharapkan nasabah bisa langsung melapor ke ASC jika menjadi korban penipuan. Supaya bisa dilakukan pemblokiran dan ada pengembalian atas dana korban.
"Jadi ketika masyarakat sadar uangnya hilang, telepon ke call center, asal waktunya cepat. Jadi bisa cepat ditangani karena bank-bank akan duduk bersama," kata Kiki.

