APPI Yakin Inovasi Bisa Dorong Bisnis Multifinance
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno meyakini, perusahaan pembiayaan (multifinance) di Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk bisa berkembang dan lebih maju, asal menerapkan inovasi.
“Perusahaan pembiayaan di Indonesia masih jauh di bawah perusahaan pembiayaan di Jepang. Model bisnis perusahaan pembiayaan di Indonesia masih seperti perusahaan pembiayaan di Jepang pada 1970,” ujar Suwandi Wiratno, dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).
Namun begitu, lanjut Suwandi, multifinance di Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dengan model bisnis yang semakin berkembang dan maju ke depannya.
Baca Juga
OJK: Tujuh Multifinance dan Satu Fintech Lending Belum Penuhi Modal Minimum
“Produk-produk pembiayaan terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dikatakan Suwandi, sejalan dengan roadmap atau peta jalan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri multifinance diharapkan dapat memperoleh sumber pendanaan lainnya, selain dari sektor perbankan.
Kemudian juga pengembangan usaha industri pembiayaan pada sustainable finance dan produk syariah, sehingga perusahaan pembiayaan dapat melakukan diversifikasi sumber pendanaan.
Baca Juga
OJK Catat Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 11,21% Jadi Rp 490,69 Triliun pada Mei 2024
“(Sehingga) tidak bergantung pada pinjaman dari perbankan saja,” ucap Suwandi.
Lebih rinci, ia menjelaskan, bagi perusahaan pembiayaan yang terafiliasi dengan perbankan dapat menempuh sejumlah cara, salah satunya dengan program joint finance untuk memperkuat pendanaan.
Sementara yang tidak terafiliasi perbankan, dapat melakukan penerbitan obligasi, penambahan modal disetor, pinjaman dari lembaga pemerintah dan sekuritas aset.

