Penerapan AI di Perbankan Punya Sederet Keuntungan, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Teknologi terus berkembang dengan pesat, bahkan saat ini sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) naik daun. Menurut CEO BDO Indonesia, Athanasius Tanubrata, penerapan AI di industri perbankan menghadirkan sejumlah keuntungan.
“Dengan AI, industri keuangan (khususnya perbankan) dapat menjadi lebih efisien, aman, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan,” ujarnya, dalam sebuah webinar, Kamis (11/7/2024).
Penerapan AI sendiri, lanjut Athanasius, memungkinkan perbankan untuk memiliki customer service (CS) yang beroperasi 24 jam non stop, yang emosinya saat ini sudah seperti berkomunikasi dengan manusia pada umumnya.
Baca Juga
Dorong Produktivitas, BRI (BBRI) Eksplorasi Kecerdasan Buatan
Lalu dengan menggunakan AI, perbankan juga bisa memberikan masukan atau saran keuangan yang lebih terpersonalisasi, sehingga bisa memprediksi keuangan bulanan. Hal yang sama juga bisa diterapkan untuk memberikan tren pasar kepada nasabah atau mungkin strategi investasi yang lebih tepat dan tidak umum, sehingga bisa memberikan produk yang terpersonalisasi.
“Dengan interaksi-interaksi seperti itu akan membuat customer nyaman untuk berada di bank tersebut,” katanya.
Dikatakan dia, kegunaan lain dari AI juga bisa menganalisa kemungkinan adanya fraud pada suatu transaksi finansial secara cepat. Kemudian, juga bisa mengurangi kerugian dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
Baca Juga
”Misalnya dalam menentukan apakah suatu customer ini layak diberikan pinjaman atau tidak, dengan menggunakan AI akan semakin efektif dan lebih akurat,” ucap Athanasius.
Selain itu, proses credit scoring dengan menggunakan AI juga disebut bisa mengurangi loan processing hingga 70%. “Dan kalau kita dibantu dengan asisten yang kemungkinan salahnya sedikit itu (AI), berpotensi mengurangi jumlah denda misalnya dari regulator, kalau misalnya kita menggunakan AI dalam proses anti money laundring,” ujar Athanasius.

