Praktisi Sebut Perbankan Tengah Hadapi Berbagai Tantangan Global dan Domestik
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo mengungkapkan, saat ini industri perbankan dihadapkan pada sejumlah tantangan, baik yang berasal dari domestik maupun global.
Menurutnya, tantangan global yang dihadapi industri perbankan sendiri terdiri dari tiga faktor utama, yaitu perlambatan ekonomi global, era suku bunga tinggi, serta ketegangan geopolitik.
“Melemahnya ekonomi global berpotensi menurunkan permintaan kredit dan investasi, berimbas pada profitabilitas bank,” ujar Arianto, saat dihubungi investortrust.id, Selasa (9/7/2024).
Tantangan selanjutnya adalah era suku bunga tinggi, yang dapat meningkatkan beban bunga dari perbankan, menekan marjin keuntungan, dan memperlambat penyaluran kredit.
Baca Juga
Bos BCA Sebut Perbankan Punya Tantangan yang Tak Boleh Diabaikan, Apa Itu?
“Lalu, ketidakpastian geopolitik dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan dan dapat berdampak negatif pada kegiatan bisnis perbankan,” kata Arianto.
Sementara untuk tantangan yang dihadapi perbankan dari sisi domestik terdiri dari tiga hal, yakni berkaitan dengan stabilitas dan likuiditas, pertumbuhan kredit dan non performing loan (NPL), serta dampak dari tahun politik.
Tantangan domestik pertama, lanjut Arianto, yakni menjaga stabilitas dan likuiditas di tengah kondisi yang tidak pasti seperti sekarang. Untuk menjaga kedua hal tersebut, sistem keuangan penting untuk memitigasi risiko dan mendukung kelancaran operasional bank.
“Menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan mengendalikan NPL juga krusial untuk menjaga kualitas aset dan profitabilitas bank,” ucapnya.
Baca Juga
LPS: Perbankan Diimbau Waspadai Sejumlah Risiko Meski Kinerja Stabil dan Terjaga
Selanjutnya, bank menghadapi tantangan yang berkaitan dengan tahun politik. Dimana dinamika politik dapat mempengaruhi iklim investasi dan perilaku nasabah, sehingga perlu diantisipasi dengan cermat.
Dikatakan Arianto, dalam menghadapi tantangan-tantangan yang berasal dari domestik maupun global tersebut, perbankan harus melakukan sejumlah hal, antara lain meningkatkan ketahanan modal, dan menjaga kualitas aset produktif.
“Selain itu, perbankan juga harus menjaga dan memaksimalkan efisiensi operasional, mengembankan produk dan layanan yang inovatif, serta memperkuat kerjasama dan kolaborasi,” ujarnya.

